Pada awal perdagangan bursa Hong Kong Rabu (04/05), indeks Hang Seng dibuka negatif, saat ini terpantau turun -109,85 poin atau -0,53% pada 20567.09. Pelemahan indeks Hang Seng terpicu pelemahan bursa Wall Street dan harga minyak mentah serta pelemahan manufaktur Tiongkok.

Bursa Saham AS ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan hari Selasa setelah yen menguat terhadap dolar AS dan kekhawatiran pertumbuhan global baru dari data manufaktur Tiongkok yang lebih lemah dari perkiraan. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,78 persen, ke 17,750.91, dengan penurunan tertinggi saham United Technologies. Indeks S & P 500 ditutup turun 0,87 persen, pada 2,063.37, dengan sektor energi memimpin semua 10 sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq ditutup turun 1,13 persen, ke 4,763.22.

Harga minyak mentah merosot pada akhir perdagangan pada hari Selasa, tertekan kekuatiran kekenyangan pasokan global. Harga minyak mentah berjangka AS turun 2,5 persen, atau $ 1,13, pada $ 43,65 per barel, jatuh untuk hari ketiga berturut. Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent turun 79 sen, atau 1,7 persen, pada $ 45,02.

Kekuatiran perkembangan ekonomi Tiongkok kembali muncul setelah data aktifitas manufaktur, baik data resmi pemerintah yang dirilis pada hari minggu, maupun data Caixin yang dirilis hari ini mengalami pelemahan.

Aktivitas sektor manufaktur Tiongkok tumbuh untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan April, namun turun tipis dibandingkan bulal sebelumnya, demikian survei resmi menunjukkan pada hari Minggu (01/05), meningkatkan keraguan tentang keberlanjutan kenaikan baru-baru ini di ekonomi negeri dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Indeks Pembelian Manajer resmi (PMI) membukukan hasil 50,1 pada bulan April, turun tipis dari bulan Maret 50,2 dan hampir di atas tanda 50-point yang memisahkan ekspansi dalam kegiatan dari kontraksi.

Aktifitas di pabrik-pabrik Tiongkok menyusut pada April karena permintaan stagnan, memaksa perusahaan untuk memotong tajam pekerjaan, sebuah survei swasta menunjukkan pada hari Selasa (03/05), yang kembali menimbulkan keraguan apakah negara dengan ekonomi kedua terbesar di dunia tersebut akan pulih.

The Caixin / Markit Manufacturing Purchasing Managers (PMI) turun menjadi 49,4 bulan lalu, di bawah ekspektasi pasar 49,9 dan turun sedikit dari bulan Maret 49,7.

Pada perdagangan pagi ini saham-saham yang turun tertinggi adalah saham HSBC Holdings PLC turun -1,84%, saham AIA Group Ltd turun -1,76%, saham BOC Hong Kong Holdings Ltd turun -1,56%, saham China Mengniu Dairy Co Ltd turun -1,35%, saham Sands China Ltd turun -1,07%.

Sementara itu pergerakan indeks berjangka Hang Seng pagi ini terpantau turun -125,00 poin atau -0,61% pada 20,419.00, turun dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 20,544.00.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks Hang Seng selanjutnya berpotensi melemah terbatas dengan kekuatiran di pasar property dan memburuknya manufaktur Tiongkok. Indeks Hang Seng diperkirakan akan bergerak di kisaran Support 19.824-19.331 dan kisaran Resistance 20.810-21.302.