• Dolar masih tekan emas
  • Minyak juga terhalang penguatan dolar
  • Analisa teknikal hari ini

Dolar masih tekan emas

Pagi ini emas masih berada di bawah tekanan jual. Emas beringsut turun pada hari Jumat dan berada dekat dengan level terendah tiga pekan karena investor tetap fokus pada  penguatan dolar dan indikasi hawkish dari Federal Reserve pada kenaikan suku bunga sebelum akhir semester pertama tahun ini.

Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman Juni diperdagangkan antara $ 1.249,50 dan $ 1.260,10 per ounce sebelum ditutup di $ 1.251,35, turun $ 3,55 atau 0,28 %% pada sesi akhir pekan. Untuk minggu lalu, emas turun sekitar $ 20 per ounce. Meskipun mengalami penurunan, logam mulia tercatat naik lebih dari 18% sejak 1 Januari. Perak untuk pengiriman Juli, naik 0,027 atau 0,16% ke $ 16,520 per ounce.

Pedagang logam terus memonitor fluktuasi dolar, karena greenback masih berada di dekat level tertinggi dalam tujuh pekan. Pada KTT G-7 di Sendai, Jepang, sejumlah menteri keuangan terkemuka menegaskan pentingnya mengindari manipulasi mata uang, di tengah kekhawatiran bahwa Jepang bisa terlibat dalam tindakan seperti itu saat berusaha untuk mendevaluasi yen dalam upaya untuk meningkatkan ekspor dan memberikan dorongan kepada ekuitas di Nikkei 225.

Menteri keuangan Jepang Taro Aso menegaskan kembali bahwa akan berkomitmen untuk “menghindari devaluasi mata uang yang kompetitif.” Taro Aso merupakan pejabat Jepang yang tidak senang dengan langkah intervensi pemerintah Jepang dalam pasar valuta asing global. Bulan lalu, Menteri Keuangan AS Jack Lew mengirim peringatan eksplisit ke China, Jerman dan Jepang untuk tidak mengambil bagian dalam devaluasi mata uang yang kompetitif, baik melalui Quantitative Easing atau suku bunga bergerak.

Pelaku pasar juga terus mencerna sinyal dari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan menaikkan suku bunga jangka pendek pada pertemuan dua hari bulan depan jika ekonomi domestik menunjukkan perbaikan selama beberapa minggu ke depan. Awal pekan ini, beberapa pembuat kebijakan FOMC mengindikasikan bahwa komite bisa mengangkat suku bunga lebih dari sekali sebelum akhir tahun, jika risiko keuangan global terus surut dan inflasi meningkat. FOMC masih menjaga federal funds rate di kisaran 0,25 dan 0,50% pada pada tiga pertemuan yang lalu di tahun ini. Kenaikan suku berarti bearish untuk emas, yang harus bersaing dengan aset  yang memberi yield tinggi.

Minyak juga terhalang penguatan dolar

Di sesi yang sama minyak mentah berjangka AS mengukir level tertinggi dalam tujuh bulan dengan adanya gangguan pasokan di Nigeria dan Libya yang memberikan dukungan pada harga komoditas ini meskipun dolar AS yang kuat membatasi peningkatan harga. Minyak mentah berjangka AS untuk pengiriman Juni naik 0,12% pada $ 48,50 per barel, dekat sesi dengan level tertinggi 7-bulan di $ 49,27. Di ICE Futures Exchange di London, Brent untuk kontrak Juli naik tipis 0,08% menjadi $ 48,85 per barel, dekat dengan level tertinggi dalam enam bulan di 49,85 yang terbentuk pada sesi Rabu. Pagi ini minyak diperdagangkan di $ 48,15.

Harga minyak mentah menguat lagi karena para penyusup memblokir akses menuju terminal ekspor Qua Iboe milik Exxon Mobil di Nigeria, aliran minyak mentah terbesar di negara itu. Produksi minyak mentah Libya juga tetap berada di bawah tekanan di tengah konflik internal. Di tempat lain, produksi minyak Kanada juga terhambat karena kebakaran hutan hingga terjadi penutupan produksi yang memangkas sekitar 1 juta barel produksi harian.

Tapi kenaikan harga minyak diperkirakan akan tetap terbatas karena permintaan terhadap dolar AS tetap kuat setelah risalah pertemuan Federal Reserve pada bulan April yang rilis pasa sesi Rabu menunjukkan bahwa para pejabat mengatakan kenaikan suku bunga Juni akan dilakukan jika data ekonomi menunjukkan ada pertumbuhan pekerjaan di kedua kuartal dan inflasi mendekati target. Selain itu, Presiden Federal Reserve New York William Dudley mengatakan pada hari Kamis bahwa ekonomi AS bisa cukup kuat untuk menjamin kenaikan suku bunga pada bulan Juni atau Juli.

Dilaporkan oleh Baker Hughes, jumlah rig pengeboran minyak di AS tidak berubah pada 318, setelah delapan minggu berturut-turut menurun. Pedagang minyak akan fokus pada data persediaan minyak di AS pada hari Selasa dan Rabu untuk dijadikan sinyal pasokan dan permintaan terbaru. Pelaku pasar juga akan terus memantau gangguan pasokan di seluruh dunia sebagai indikasi lebih lanjut proses rebalancing pasar.

Analisa teknikal hari ini

EMAS

Di sesi Jum’at harga emas (XAUUSD) nkembali berakhir negatif, di 1252.50, menyambung tekanan jual yang terjadi sejak sesi Rabu. Beruntung hingga kini support dinamis berupa moving average 48-hari masih bertahan. Support kuat jangka menengah ini masih potensial untuk menjaga harga dari penurunan lebih lanjut.

Pagi ini harga emas dibuka di 1251.50 dna mulai terlihat rrebound pada grafik 15-menit. Potensi rebound akan semakin besar jika zona 1257.00 dapat segera diatasi. Target berikutnya adalah 1265.00. ZOna 1273.00 juga menjadi area yang menjadi incaran para pembeli jika resistance pertama ditembus dengan mantap.

Support: 1249.00, 1242.75, 1237.60
Resistance: 1257.00, 1265.00, 1273.00

saran Transaksi:
BUY di 1250.00, SL di 1245.00, TP di 1265.00 (trailing hingga 1273.00)

PERAK

Harga perak (XAGUSD) bergerak tipis sejak sesi Jum’at hingga pagi ini. Tekanan jual masih menyelimuti pergerakan harga komoditas ini seiring dengan menguatnya nilai tukar dolar. Untuk jangka pendek harga perak juga masih bergerak di dalam channel menurun yang kini batasan bawahnya di 16.09 dna batasan atasnya di 17.09.

Sejauh in support pertama di 16.35 masih bertahan, memberi peluang rebound. Namun selama area 16.60 tetap bertahan, para penjual masih dapat menekan harga ke batasan bawah channel tersebut sebelum rebound yang lebih signfikan dapat terjadi.

Support: 16.35, 16.09, 15.89
Resistance: 16.60, 16.70, 16.92

Saran Transaksi:
BUY di 16.15, SL di 16.00, TP di 16.90

MINYAK MENTAH

Di sesi Jum’at harga minyak mentah (WTI crude) sempat menanjak lagi hingga 49.27 sebelum penguatan dolar menahan pergerakan bullish harga komoditas ini hingga berakhir negatif di 48.49. Di sesi tersebut harga minyak mentah nyaris memasuki area ekstrim yang ditandai oleh batasan atas channel yang pagi ini berada di 49.77.

Pagi ini harga dibuka di 48.44 dan mulai bergerak turun lagi dengan level terendah intraday sementara saat analisa ini disusun di 48.08. Tekanan jual berpotensi untuk segera membawa harga menyentuh support dinamis pada grafik 4-jam yang berada di 47.30. Dari area tersebut atau zona 47.00 harga berpotensi untuk segera rebound.

Support: 48.00, 47.30/00, 46.00
Resistance: 48.35, 48.86, 49.77

Saran Transaksi:
SELL di 48.35, SL di 49.35, TP di 47.00

Alternatif Transaksi:
BUY di 47.00, SL di 46.00, TP di 48.35