• Short-covering bantu minyak menanjak
  • Emas rebound pasca data China dan AS
  • Analisa teknikal hari ini

Short-covering bantu minyak menanjak

Harga minyak mentah masih mendatar di awal sesi Rabu. Kemarin harga komoditas ini bergerak naik dengan dukungan dari data API yang menunjukkan terjadi pengurangan stok bensin di AS menjelang musim panas. Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk pengiriman Juni kini diperdagangkan di $ 44,67 per barel. Di Intercontinental Exchange (ICE), kemarin brent crude untuk pengiriman Juli bergerak di antara $43,33 dan $45,60 per barel, sebelum ditutup pada $45,55, naik 1,91 atau 4,38%. North Sea Brent berjangka pulih di sesi Selasa setelah merosot hampir 6% sehari sebelumnya di salah satu hari terburuk perdagangan selama dua bulan terakhir.

American Petroleum Institute mengatakan stok minyak mentah naik 3,450 juta barel pekan lalu, jauh di atas angka prediksi penambahan sebesar 300.000 barel. Minyak sulingan turun 1,360 juta barel, dibandingkan dengan penurunan 1,3 juta barel yang diprediksi, sementara itu stok bensin naik 217.000 barel, di bawah harapan terjadi kenaikan 800.000 barel.

Stok minyak mentah di AS berada pada tingkat tertinggi dalam lebih dari 80 tahun dan makin mendekati mencapai kapasitas penyimpanan penuh. Hari ini investor dan pedagang juga akan menatap laporan pemerintah hari ini dari Administrasi Informasi Energi (EIA) diperkirakan menunjukkan peningkatan kecil di persediaan minyak mentah, meskipun tampaknya akan ada sedikit penurunan stok bensin dan distilat bahan bakar pada minggu lalu. EIA melihat kini volatilitas harga minyak mentah mulai mereda sejak Maret seiring dengan meredanya kekhawatiran pasar terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Peningkatan harga minyak mentah berjangka kemarin juga dipicu aksi short-covering setelah menderita salah satu sesi satu hari terburuk pada tahun ini. Investor masih bereaksi terhadap kebakaran hutan yang menghancurkan lini produksi minyak di Kanada dan perubahan pada struktur kepemimpinan di Aramco, perusahaan minyak Arab Saudi yang dikelola negara. Selain itu, Aramco mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan output di ladang Shaybah di gurun Rub Al-Khali sebesar 33% selama beberapa minggu ke depan, dengan total produksi 1 juta barel per hari di ladang minyak di wilayah tenggara Arab Saudi. “Kami melihat peningkatan permintaan global,” kata Amin Nasser, CEO Aramco. “Kami melihat status pasar saat itu, meskipun menantang, merupakan kesempatan yang baik untuk pertumbuhan.”

Meskipun minyak mentah berjangka AS telah rally jauh sejak menyentuh level terendah 13-tahun pada pertengahan Februari di $26,05 per barel, tercatat harga masih turun sekitar 40% sejak November 2014, ketika OPEC mengguncang pasar global dengan meninggalkan strategi jangka panjang yang sempat mendukung kenaikan harga yang tajam.

Emas rebound pasca data China dan AS

Sementara itu harga emas rebound di sesi kemarin dan hingga kini di sesi Asia pergerakan intraday masih melanjutkan rebound kemarin. Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman Juni naik 0,16% menjadi $ 1,269.00 per troy ounce. Perak untuk pengiriman Juli di Comex naik 0,28% ke $ 17,140 troy ounce. Harga emas rebound setelah menderita penurunan satu hari terburuk dalam dua bulan, karena investor bereaksi terhadap inflasi China yang relatif datar dan kenaikan tak terduga dalam lowongan pekerjaan AS seperti yang dilaporkan pada data JOLTS Job Openings oleh Biro Statistik Ketenagakerjaan AS. China adalah produsen terbesar di dunia emas dan konsumen terbesar kedua dari logam kuning di belakang India.

Kemarin Biro Statistik China mengatakan Indeks Harga Konsumen untuk April naik 2,3% secara tahunan, sedikit lebih rendah dari perkiraan konsensus 2,4% dan sejalan dengan data di periode Maret. Pada basis bulanan, inflasi konsumen di Cina semakin berkurang menjadi 0,2%. Pada saat yang sama, Indeks Harga Produsen (PPI) mengalami penurunan sebesar 3,8% secara tahunan pada bulan April, tetapi pada tingkat yang lebih rendah dari pada bulan Maret ketika turun tajam sebesar 4,3%. Namun, harga produsen di Cina telah jatuh secara tahunan untuk masing-masing dalam 50 bulan terakhir. Untuk bulan ini, PPI meningkat sederhana sebesar 0,7%.

Di sesi yang sama Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa lowongan pekerjaan Maret naik 149.000 secara musiman disesuaikan. Laporan itu muncul setelah laporan pekerjaan bulanan relatif lemah di pekan lalu, yang menunjukkan bahwa nonfarm payrolls naik pada bulan April, level terendah dalam tujuh bulan. Federal Reserve berulang kali menegaskan terus melakukan pendekatan data-driven untuk menentukan waktu kenaikan suku bunga pertama pada tahun 2016. Setiap kenaikan suku bunga Fed tahun akan menjadi faktor bearish untuk emas, yang harus berjuang untuk bersaing dengan aset yang memiliki high-yield.

Analisa teknikal hari ini

MINYAK MENTAH

Harga emas hitam melonjak di sesi Selasa, naik dari 43.02 hingga 44.77 dan berakhir positif di 44.53. Di sesi tersebut harga komoditas ini (WTI crude) berhasil membalas sebagian penurunan yang terjadi di sesi Senin namun harga masih bergerak di dalam channel menurun.

Kini batasan atas channel tersebut berada di 45.20 dan batasan bawahnya di 42.30. Menjelang rilis data stok minyak mentah AS nanti malam, harga cenderung untuk tetap di dalam channel tersebut. Pagi ini pergerakan intraday masih mendatardi atas support dinamis 44.40 yang dapat menjaga potensi ke arah atas selama tidak terjadi penutupan yang cukup jauh di bawahnya pada grafik 1-jam.

Support: 44.40, 43.02, 42.30
Resistance: 44.77, 45.20, 46.00

Saran Transaksi:
BUY di 44.00, SL di 43.00, TP di 45.20

PERAK

Meskipun sempat berada di 16.89, harga perak (XAGUSD) mengakhiri  sesi Selasa di wilayah hijau,  di 17.11. Penutupan positif tersebut sekaligus menjadi konfirmasi bertahannya target koreksi pertama yaitu level 23,6% Fibonacci retracement di 16.97.

Pagi ini harga perak kembali menanjak dengan target terdekat di trend line menurun yang berada di 17.30. Untuk selanjutnya harga komoditas ini berpotensi untuk melanjutkan fase konsolidasi jangka pendek yang untuk sementara waktu akan berkisar di antara 16.74 hingga 18.00.

Support: 17.10, 16.97, 16.74
Resistance: 17.30, 17.63, 18.00

Saran Transaksi:
BUY di 17.15, SL di 16.90, TP di 17.60

EMAS

Di sesi Selasa harga emas (XAUUSD) berakhir positif di 1265.45 setelah bergerak cukup fluktuatif di kisaran 1256.65 hingga 1269.80. Di akhir sesi harga komditas ini membentuk long-legged doji, sebuah indikasi reversal. Pagi ini setelah pembukaan di 1266.15 harga emas terus bergerak ke atas.

Untuk sementara pagi ini harga emas sudah mencapai 1271.05, menyentuh salah satu resistance intraday berupa level 38,2% Fibonacci retracement yang menjadi target koreksi kedua terhadap penurunan yang terjadi sejak sesi Kamis pekan lalu. Potensi naik masih terlihat pada grafik 1-jam dengan support di 1266.25. Namun harus tetap diperhatikan reaksi harga selanjutnya terhadap level Fibonacci tersebut karena pasar masih didominasi penjual sejak dua pekan lalu.

Support: 1266.25, 1263.80, 1259.30
Resistance: 1272.05, 1276.00, 1280.55

Saran Transaksi:
BUY di 1266.50, SL di 1262.00, TP di 1271.00

Altenatif Transaksi:
SELL di 1271.00, SL di 1276.00, TP di 1260.00