• Emas merosot dengan indikasi langkah Fed terbaru
  • BoJ berpotensi intervensi, pedagang logam terus memantau
  • Spekulan membuat minyak tergelincir
  • Analisa teknikal hari ini

Emas merosot dengan indikasi langkah Fed terbaru

Harga emas merosot tajam lebih dari 2%, menderita penurunan terburuk dalam satu hari jatuh dalam rentang lebih dari dua bulan terakhir, karena dolar menguat pada sesi Senin di tengah indikasi bahwa Federal Reserve mungkin mengabaikan laporan pekerjaan AS yang menurun di akhir pekan lalu serta adanya peringatan dari menteri keuangan Jepang bahwa pemerintah dapat melakukan intervensi pada pasar valuta asing jika diperlukan.

Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman Juni diperdagangkan antara $ 1.261,15 dan $ 1.287,35 per ounce sebelum ditutup di $ 1.263.35, turun $ 26,20 atau 2,09% pada sesi Senin. Emas menghapus keuntungan sesi Jumat ketika melonjak lebih dari 1,65% dan sempat berada dekat level tertinggi 15-bulan. Meskipun di sesi Senin terjadi sell-off, logam mulia tercatat masih naik sekitar 20% sejak awal tahun ini. Di sesi yang sama harga perak untuk pengiriman Juli anjlok $ 0,497 atau 2,84% ke $ 17,030 per ounce.

BoJ berpotensi intervensi, pedagang logam terus memantau

Faktor lain yang masih berkaitan dengan suku bunga dan harga emas dan perak adalah risalah pertemuan bank sentral Jepang (BoJ) pada bulan Maret yang dirilis pada hari Senin yang mengungkapkan para anggota dewan kebijakan berbeda pandangan tetang pengaturan suku bunga di masa depan seiring dengan ketegangan yang tetap tinggi setelah bank sentral itu di minggu sebelumnya saat secara mengejutkan menurunkan suku bunga ke wilayah negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Pada saat itu, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda menekankan risiko yang terkait dengan perlambatan ekonomi China dan negara-negara berkembang serta volatilitas di pasar keuangan global. Pada pertemuan dua hari tanggal 14-15 Maret, beberapa pembuat kebijakan dari total sembilan anggota mencatat bahwa sikap dan pandangan Kuroda disebabkan “harapan yang berlebihan untuk pelonggaran lebih lanjut,” dan akhirnya menyebabkan peningkatan volatilitas di pasar keuangan.

Pekan lalu, dolar menyentuh ke level terendah 18-bulan terhadap yen di ¥ 105,55, mendorong Departemen Keuangan AS untuk memasukkan Jepang ke dalam daftar pantauannya terhadap negara-negara yang mungkin menggunakan pergerakan nilai mata uang mereka sebagai cara untuk mendapatkan keuntungan yang tidak sehat (unfair) dari AS di transaksi perdagangan tertentu.

“Bagi Jepang, volatilitas yang berlebihan dalam pergerakan yen yang mempengaruhi perdagangan Jepang, kebijakan ekonomi dan fiskal – baik itu yen naik atau jatuh -. tidaklah diinginkan. Jika pergerakan tersebut terjadi, Jepang siap untuk campur tangan di pasar,” kata Menteri Keuangan Jepang Taro dalam pidato di parlemen pada hari Senin. USDJPY naik lebih dari 1,25% ke ¥ 108,60. Namun sejauh ini tetap tercatat dolar telah turun hampir 10% terhadap yen sejak awal tahun ini. Dinamika valas terutama dolar dan yen serta tingkat suku bunga di antara dua negara berkaitan erat dengan dinamika harga emas dan perak.

Spekulan membuat minyak tergelincir

Harga minyak juga ikut merosot di sesi kemarin, turun lebih dari 3 persen setelah para pedagang mulai mengabaikan dampak kebakaran hutan terhadap hasil produksi minyak Kanada ditambah lagi dengan peningkatan persediaan pada hub AS untuk minyak mentah berjangka. WTI turun $ 1,20, atau 2,6 persen, ke $ 43,27 per barel. Brent turun $ 1,68, atau 3,6 persen, ke $ 43,70, setelah sempat naik ke $ 46,48.

Awalnya pasar rally 2 persen karena investor khawatir dengan hilangnya lebih dari 1 juta barel per hari dari pasokan Kanada. Hampir semua minyak mentah Kanada diekspor ke AS. Tapi dengan spekulan yang sudah memegang sejumlah besar posisi dengan ekspektasi kuat akan ada kenaikan pada harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka sejak musim panas lalu dan juga Brent, ternyata ruang gerak yang tersisa untuk keuntungan (pergerakan harga ke atas) lebih lanjut tampak terbatas apalagi tidak jelas tentang tingkat kerusakan fasilitas minyak di Kanada berkaitan dengan kebakaran tersebut. Produksi Kanada hanya tertunda. Ketika kebakaran dapat dikendalikan, produksi mungkin akan memakan waktu beberapa minggu lagi namun pasti akan berjalan normal dengan segera.

Faktor yang menambah sentimen bearish di sesi Senin adalah laporan perusahaan intelijen pasar Genscape yang memaparkan terjadi peningkatan persediaan dari 1,4 juta barel pada hub pengiriman Cushing, Oklahoma untuk WTI berjangka. Senitimen negatif di perdagangan minyak mentah masih dapat berlanjut hari ini yang berpotensi menekan harga kembali ke wilayah $ 40 pe barel.

Sebagai catatan tambahan, sejak awal tahun harga minyak telah rebound dari posisi terendah dalam 12 tahun dari sekitar $ 27 pada kuartal pertama, didukung oleh penurunan produksi AS, kendala pasokan tak terduga di Libya dan Amerika serta melemahnya dolar AS.

Pasar juga terus mengamati Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, dimana pemerintah kerajaan tersebut tampak mengalami sedikit turbulensi selama akhir pekan lalu termasuk penunjukan Khalid al-Falih sebagai Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral yang baru meggantikan Sang Maestro Minyak, Ali Al Naimi. Perubahan kepemimpinan minyak Arab Saudi menggarisbawahi pergeseran strategi untuk fokus pada pangsa pasar ketimbang harga. Langkah Arab Saudi ini diyakini akan menimbulkan fluktuasi harga yang signifikan karena ini berarti menyerahkan mekanisme harga sepenuhnya ke pasar.

Analisa teknikal hari ini

EMAS

Di sesi Senin, sejak pembukaan harga emas (XAUUSD) terus tergelincir. Tekanan jual semakin besar mengakibatkan di sesi tersebut harga turun dari 1287.35 hingga 1261.15 dan menghasilkan penutupan negatif, jauh di bawah penutupan positif sesi akhir pekan lalu di 1288.75.

Di akhir sesi Senin harga emas ditutup di bawah salah satu zona penting yaitu support dinamis pda grafik harian berupa moving average yang hari ini berada di 1269.20. Pada grafik 4-jam posisi harga emas semakin menjauh dari resistance 1274.00. Sulit bagi harga komoditas ini untuk bangkit dengan segera selama tetap berada di bawah resistance kuat itu atau gagal untuk menghasilkan penutupan yang cukup jauh di atasnya.

Untuk sementara ini support di 1262.00 masih bertahan. Apabila pada grafik 4-jam atau 1-jam mulai terjadi penutupan yang disusul dengan pembukaan yang cukup jauh di bawahnya, hampir dapat dipastikan harga komoditas ini akan merosot lagi dengan target di area 1252.00. Sementara itu pada kerangka waktu yang lebih besar, tekanan bearish tampak mengincar area 1242.65.

Support: 1262.00, 1257.65, 1252.00
Resistance: 1267.65, 1274.00, 1278.25

Saran Transaksi:
SELL di 1270.00, SL di 1276.00, TP di 1258.00

PERAK

Seiring dengan penurunan harga emas, di sesi kemarin harga perak (XAGUSD) juga ikut terpuruk, turun dari 17.46 hingga 16.93 dan berakhir negatif di 17.02. Penurunan tersebut sekaligus menjadi sebuah koreksi yang menguji target pertama yaitu level 23,6% Fibonacci retracement di 16.97.

Untuk sementara support jangka menengah tersebut masih bertahan. Namun harus terus dicermati rekasi pasar hari ini karena sentimen negatif terhadap komoditas ini mulai membesar. Apbila harga anjlok ke bawah zona 16.70, tekanan jual bisa membesar. Dengan dukungan dari resistance intraday di area 17.10, kekuatan bearish berpeluang besar untuk menyeret harga perak ke area 16.35.

Support: 16.97, 16.74, 16.35
Resistance: 17.10, 17.46, 17.72

Saran Transaksi:
SELL di 17.05, SL di 17.35, TP di 16.40

MINYAK MENTAH

Setelah gagal untuk menembus trend line menurun, yang hari ini berada di 45.65, di sesi Senin harga minyak mentah (WTI crude) anjlok cukup tajam. Harga bergerak turun dengan cepat dari 45.92 hingga 43.23 dan ditutup di level yang sama. Meskipun penurunan harga minyak mentah adalah bagian dari gelombang koreksi jangka menengah, peningkatan sentimen bearish tidak dapat diremehkan.

Kini posisi harga pada grafik 1-jam berada di bawah resistance dinamis 43.90. Selama tidak terjadi penutupan yang cukup jauh di atas resistance tersebut, hari ini harga minyak mentah masih berpeluang besar untuk segera turun lagi dengan target di area 41.63. Area 40.00 juga menjadi incaran para penjual pada kerangka waktu yang lebih besar.

Support: 43.20, 42.57, 41.63
Resistance: 43.90, 44.60, 45.16

Saran Transaksi:
SELL di 43.70, SL di 44.70, TP di 41.70