Saham Asia Terkoreksi

Performa bursa saham tampil variatif di tengah kenaikan harga minyak global pada sepanjang sesi transaksi hari Senin (7/03/2016) kemarin, setelah pada akhir pekan minyak mentah sukses merenda grafik naik. Indeks bursa Hong Kong, yaitu Hang Seng tampil mengesankan setelah menyentuh level high 20294, kendati ditutup tertekan menuju level 20137.

Sementara Nikkei belum sanggup melintasi resisten 17200, dan tertekan menuju level 16785 sebelum ditutup pada level 16920. Kospi nampak naik tipis menuju level 241.05 dan ditutup pada level 240.55

Dari Tiongkok dilaporkan bahwa saham-saham memperpanjang kenaikan ke hari kelima berturut-turut pada Senin, didorong oleh langkah-langkah pro-pertumbuhan dan “rebound” harga komoditas. Indeks komposit Shanghai naik 0,81 persen menjadi ditutup pada 2.897,34 poin

Indeks saham Asia-Pacific yang tercermin pada MSCI diluar Jepang, naik 0.1%. Sementara indeks Jepang, yaitu Nikkei (N225) tergerus tipis 0.3%.

Di sisi lain Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi pada sesi penutupan perdagangan Senin, di tengah melonjaknya harga minyak, karena investor mencoba untuk mengunci keuntungan setelah menguat selama tiga minggu. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 67,18 poin atau 0,40 persen dan ditutup pada level 17.073,95. Indeks S&P 500 naik tipis 1,77 poin atau 0,09 persen menjadi berakhir di 2.001,76. Indeks komposit Nasdaq turun 8,77 poin atau 0,19 persen menjadi 4.708,25.

Harga minyak terus menguat pada Senin setelah minyak mentah Brent menetap di atas 40 dolar AS per barel, karena data menunjukkan produsen-produsen minyak memotong produksi mereka di tengah harga yang rendah. Sementara itu, dengan tidak adanya data ekonomi utama yang keluar pada Senin, investor masih mencerna laporan ketenagakerjaan Jumat. Total penggajian pekerja non pertanian AS naik 242.000 pada Februari, jauh di atas ekspektasi pasar, dan tingkat pengangguran tidak berubah pada 4,9 persen, Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan Jumat.

Dari perspektif teknikal, tiga indeks saham Asia, yaitu Nikkei, Hang Seng dan Kospi pada hari ini masih rentan untuk melanjutkan fase koreksi.

Analisa Teknikal Indeks:

NIKKEI

nikkei,8maret2016

Ekstensi bearish NIKKEI pada grafik H4, berpotensi menjebol area 16700. Jika tembus memungkinkan NIKKEI terpuruk
menuju support 16650. Support kritis 16535.Target optimal menyapa area 16351.

Perjuangan NIKKEI untuk menjejaki fase recovery akan menjumpai resistensi awal pada level 16817. Jika tembus di
atas 16817, membuka kans mengusik level high temporer, 16915. Resisten kuat pada level 17023-17087 Resisten kritis,
17190

Resisten : 16817; 16915; 17023

Support : 16650; 16535; 16351

Skenario Transaksi :

Buy di 16535, Stop loss di 16475; Target di 16635

Sell di 16817, Stop loss di 16867, Target di 16717

KOSPI :

kospi,8maret2016

Sajian grafik H4 mengindikasikan KOSPI berada dalam tekanan jual, dengan target awal menjebol 238.35. Jika tembus
test berikutnya, 237.50. Support kritis terletak pada level 236.30

Fase recovery akan menjumpai resistensi awal pada level 240.95. Resisten kuat terdeteksi pada level 241.50.
Ekstensi beli di atas 241.50 membuka peluang menuju area 243.75

Resisten : 240.95, 241.50; 243.75

Support : 238.35; 237.50; 236.30

Skenario Transaksi :

Buy di 238.35 Stop loss 237.85 Target 239.35

Sell di 241.50 Stop loss 242.00 Target 240.50

HANGSENG :

hangseng,8maret2016

Ekstensi koreksi yang mendera Hang Seng pada grafik H4 berpotensi mendobrak support awal pada level 20076, lalu 20022. Support kritis terletak pada level 19934. Target optimal bearish trend menuju 19843

JIka skenario tersebut kandas, lantas berbalik naik di atas 20128 test terdekat adalah resisten 20165. Resisten kuat terdeteksi pada level 20253. Resisten lanjutan, 20307

Resisten : 20165; 20253; 20307

Support : 20022; 19934; 19843

Skenario Transaksi :

Buy di 19934 Stop Loss di 19874 , Target di 20034

Sell di 20165, Stop Loss di 20205, Target di 20065