Indeks Nikkei di Bursa Jepang pada pembukaan perdagangan awal pekan Senin (02/05) dibuka negatif, saat ini terpantau anjlok -576,04 poin atau -3,46 persen di 16090.01. Pelemahan indeks Nikkei terpicu penguatan Yen.

Pada perdagangan pagi ini terpantau Yen Jepang menguat terhadap dollar AS. Pasangan dolar AS / yen jatuh turun -0,11 pada 106.38.

Mata uang Yen mencapai puncak tertinggi 18-bulan terhadap mata uang AS dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar sejak krisis keuangan tahun 2008, dengan keputusan BOJ menahan perluasan moneter. Pelemahan dollar AS juga dipicu dengan pertumbuhan ekonomi AS yang mengecewakan  dan keputusan Federal Reserve menahan suku bunga tetap.

Pada pagi ini saham-saham yang turun tertinggi adalah saham JTEKT Corp yang turun -6,78%, saham Hino Motors Ltd turun -6,75%, saham Toyota Tsusho Corp turun -6,75%, saham NGK Insulators Ltd turun -6,44%, saham Alps Electric Co Ltd turun -5,98%.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -450 poin atau -2,73% pada 16,050, turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 16,500.

Siang ini akan dirilis data Nikkei Manufacturing PMI Final April, yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya indeks Nikkei berpotensi melemah dengan penguatan Yen dan data manufaktur jika terealisir melemah. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 15,529-15,040, dan kisaran Resistance 16,554-17,088.

 

Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang