Harga minyak melonjak pada Jumat sore didukung oleh yuan yang kuat, yang membuat bahan bakar lebih murah untuk importir Tiongkok.

Minyak mentah berjangka AS diperdagangkan pada $ 38,66 per barel, naik 82 sen dan lebih dari 2% dari penutupan terakhir. Brent berjangka berada di $ 40,73 per barel, naik 68 sen.

Para pedagang mengatakan bahwa dukungan harga yang berasal dari yuan mencapai tingkat tertinggi pada tahun 2016 pada hari Jumat di 6,4877 per dolar, yang mencerminkan melemahnya dolar terhadap mata uang utama.

Permintaan Tiongkok memberikan pengaruh yang kuat di pasar minyak karena pemerintah yang mengambil keuntungan dari harga rendah untuk membangun cadangan strategis dan konsumsi bensin melonjak karena adanya peningkatan penjualan mobil.

Melemahnya dolar mendukung harga minyak karena membuat minyak dalam satuan dolar menjadi lebih murah bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lainnya, dimana hal ini berpotensi memacu permintaan bahan bakar.