Harga emas jatuh di awal perdagangan Asia pada hari Selasa (15/3) jelang dari kebijakan FOMC di minggu ini.

Divisi New York Merchantile Exchange, spot emas untuk pengiriman April turun -1.09% di level $1,231.40. Melanjutkan dari penurunan tadi malam yang jatuh tajam. Harga logam mulia bergerak turun, sebagai investor bersiap untuk penurunan lebih lanjut jelang dari pertemuan trio dari bank sentral akhir pekan ini.

Bank of Japan (BoJ) secara luas diharapkan meninggalkan suku bunga tidak berubah beberapa minggu setelah bank sentral Jepang bergolak di pasar global dengan tiba-tiba mengadopsi kebijakan suku bunga negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Di bulan Januari, BOJ menurunkan menurunkan tingkat duku bunga di level -0,1% dalam sebuah langkah yang ditujukan untuk membantu ekonominya mencegah ancaman deflasi. Federal Reserve juga akan merilis pernyataan kebijakan moneter terbaru dalam Federal Open Market Committee (FOMC) untuk bulan Maret. Sementara

Dari outlook ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda perbaikan sejak pertemuan terakhir dari FOMC. Pada bulan Februari, non-farm payrolls melonjak 242,000, jauh di atas perkiraan di level 190.000. Satu bulan sebelumnya, indeks PCE inti melonjak 1,7% secara tahunan. Namun, bagaimanapun upah tenaga kerja masih lambat setelah jatuh di rata-rata pendapatan per jam sebesar di 0,1% bulan lalu.

CME Group Fed Watch melaporkan pada hari Senin bahwa 96.1% FOMC akan meninggalkan suku bunga tidak berubah pada pertemuan Maret. Sebagai perbandingan, kelompok CME mengatakan di bulan lalu ada 81.5% kemungkinan bahwa FOMC akan menahan tingkat suku bunga.

Sementar dari Inggris, pada hari Kamis, Bank of England (BoE) akan mengadakan pertemuan terkait dengan suku bunga yang terbaru. Pada perdagangan Comex yang lainnya, perak berjangka juga turun ke level -1.71% di level $15.340 dan tembaga juga turun -0.13% di level $2.237 troy pound.