Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pagi ini.   Pada perdagangan preopening, IHSG dibuka naik 4,208 poin (0,09%) ke 4.889,896.  Membuka perdagangan, Jumat (18/3), IHSG dibuka menguat 10,291 poin (0,21%) ke 4.895,979. Sementara indeks unggulan  LQ45 dibuka naik 3,204 poin (0,40%) ke 857.459.

Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 24,247 poin (0,50%) ke 4.885.688. Sementara indeks LQ45 ditutup naik 4,579 poin (0,54%) ke 853.651. IHSG sempat menyentuh level tertingginya di 4.900,413 dan terendah di level 4.869,811.  Sementara di pasar uang, dolar AS bergerak melemah terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pagi ini dibuka di Rp 13.036, dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.090.

Sementara itu, kondisi bursa saham Asia pagi ini:  Indeks Nikkei 225 turun 279,15 poin (1,65%) ke 16.657,23,  Indeks Hang Seng naik 77,15 poin (0,38%) ke 20.580,96, Indeks SSE Composite naik 17,11 poin (0,59%) ke 2.921,94, dan  Indesk Straits Times naik 9,51 poin (0,33%) ke 2.890,51.

Sebagai informasi, Keputusan Bank Sentral AS (The Fed) menahan Fed funds rate (FFR) pada posisi 0,25- 0,50% direspons Bank Indonesia (BI) dengan memangkas BI rate ke level 6,75% dalam rapat dewan gubernur (RDG), Kamis (17/3) petang.  Kebijakan  tersebut merupakan penurunan BI rate ketiga kalinya secara berturut-turut sebesar 25 basis poin (bps) sejak Januari 2016. Bank sentral bahkan mengindikasikan BI rate masih berpeluang turun lagi, sehingga target suku bunga single digit perbankan tercapai tahun ini.

Penguatan IHSG terjadi sejalan dengan menghijaunya indeks saham regional sebagai imbas pertemuan FOMC. Kecuali indeks Nikkei Jepang, seluruh bursa saham di Asia Pasifik ditutup di zona positif. BI sendiri menggelar RDG setelah pasar saham tutup.  Namun, para pelaku pasar saham sudah mengantisipasi sejak perdagangan dibuka. Efek positif BI rate di lantai bursa domestik diperkirakan berlanjut pada perdagangan hari ini Jumat  (18/3).  Selain memangkas BI rate dari 7% menjadi 6,75%, BI menurunkan suku bunga deposit facility dari 5,50% menjadi Rp 4,75% dan suku bunga lending facility dari 8% menjadi 7,25%.