Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di akhir pekan ditutup di zona hijau. IHSG kembali menembus level 4.800.  Mengakhiri perdagangan hari ini, IHSG ditutup menguat 20,576 poin (0,43%) ke 4.813,779. Sementara indeks unggulan LQ45 ditutup naik 4,307 poin (0,52%) ke 838.614.  Tujuh sektor menguat, sementara 3 sektor lainnya bergerak melemah. Penguatan tertinggi terjadi di sektor agrikultur sebesar 1,06%. Sedangkan pelemahan tertinggi terjadi di sektor tambang sebesar 0,41%.

Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup melemah 4,612 poin (0,10%) ke 4.788,591. Sementara indeks LQ45 ditutup turun 0,479 poin (0,06%) ke 833.828.  Perdagangan saham hari ini berjalan ramai. Sebanyak 144 saham naik, 145 saham turun, dan 89 saham stagnan. Frekuensi saham yang ditransaksikan sebanyak 229.555 kali, dengan total volume perdagangan sebanyak 4,731 miliar saham, senilai Rp 5,771 triliun.

Mengawali perdagangan, Jumat (11/3/2016), IHSG dibuka terkoreksi 9,824 poin (0,20%) ke 4.783,379. Sementara indeks LQ45 dibuka melemah 0,868 poin (0,13%) ke 833.239.  Pada perdagangan preopening, IHSG dibuka melemah 8,965 poin (0,19%) ke 4.784,238. Sementara indeks LQ45 dibuka turun 2,208 poin (0,26%) ke 832.099.

Sejumlah saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya ABDA naik 500 poin (7,69%) ke Rp 7.000, IIKP naik 350 poin (11,11%) ke Rp 3.500, MYOR naik 300 poin (1,02%) ke Rp 29.800, LPPF naik 250 poin (1,41%) ke Rp 17.950.  Sementara saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya GGRM turun 575 poin (0,88%) ke Rp 65.000, AALI turun 450 poin (2,57%) ke Rp 17.050, BRAM turun 380 poin (8,12%) ke Rp 4.300, dan UNTR turun 175 poin (1,13%) ke Rp 15.300.

Sedangkan  di pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan penguatan. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS sore ini berada di posisi Rp 13.064, dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 13.126. Adapun  kondisi bursa saham Asia sore ini, antara lain:  Indeks Nikkei 225 naik 86,52 poin (0,51%) ke 16.938,87, Indeks Hang Seng turun 78,76 poin (0,39%) ke 19.905,66,  Indeks SSE Composite naik 5,58 poin (0,20%) ke 2.810,31, dan  Indeks Straits Times naik 19,74 poin (0,70%) ke 2.828,86.

Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau suspensi perdagangan saham lima emiten. Hal itu karena belum disampaikannya laporan keuangan interim per 30 September 2015 dan belum dilakukannya pembayaran denda.  Berdasarkan catatan Bursa, emiten yang terkena suspensi itu yakni PT Borneo Lumbung Energy dan Metal Tbk (BORN), PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), PT Permata Prima sakti Tbk (TKGA), PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) dan PT Buana Listya Tama Tbk (BULL).

Pengenaan sanksi itu, sesuai dengan ketentuan peraturan III.1.6.1.1 Bursa No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, Laporan Keuangan Interim. Laporan tersebut harus diaudit oleh akuntan publik disampaikan selambatnya tiga bulan setelah tanggal laporan keuangan interim dimaksud.

Selain itu, ketentuan II.6.3 Peraturan Bursa Nomor I-H tentang Sanksi. Bursa memberikan peringatan tertulis III dan denda sebesar Rp150 juta apabila mulai hari kalender ke-61 hingga hari kalender ke-90 sejak lampaunya batas waktu penyampaian laporan keuangan, emiten tetap tidak memenhi kewajiban penyampaian laporan keuangan.

Adapun  ketentuan II.6.4 Peraturan Bursa Nomor I-H tentang Sanksi, Bursa melakukan suspensi, apabila mulai hari kalender ke-91 sejak lampaunya batas waktu laporan keuangan, emiten tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan dan atau telah menyampaikan namun tidak memenuhi kewajiban untuk membayar denda sesuai peraturan.  Batas waktu penyampaian laporan keuangan interim yang berakhir per 30 September 2015 yang diaudit oleh Akuntan Publik adalah tanggal 4 Januari 2016.