Equity World Surabaya – Sebuah draf agenda pertemuan OPEC pada 30 November di pensil Vienna dalam tiga jam bagi menteri minyak kelompok tersebut untuk memutuskan apakah akan memperpanjang batas pasokan minyak mereka, menunjukkan bahwa pengambilan keputusan diharapkan berjalan dengan baik.

Anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak, Rusia dan sembilan produsen lainnya membatasi produksi minyak sekitar 1,8 juta barel per hari sampai Maret 2018. Mereka diperkirakan akan memperpanjang kesepakatan di pertemuan Wina.

 

Equity World Surabaya :

Tiga jam akan menjadi pertemuan singkat dengan standar OPEC, yang pertemuan-pertemuannya di masa lalu kadang-kadang terbentang sampai dini hari saat para menteri berdebat tentang kebijakan.

Sekjen OPEC Mohammad Barkindo mengatakan pada 7 November kelompok tersebut berusaha mencapai konsensus sebelum pertemuan mengenai berapa lama untuk memperpanjang pakta dalam membatasi produksi.

Sesi tertutup hanya menteri OPEC dan sekretaris jenderal dijadwalkan akan dimulai pada 1200 siang (1100 GMT), menurut agenda yang diposkan di situs OPEC.

Ini akan diikuti pukul 3 sore. (1400 GMT) oleh gabungan pertemuan para menteri dan delegasi OPEC dan non-OPEC. Setelah itu, akan ada sebuah konferensi pers.

Agenda penuhnya adalah sebagai berikut:

10 a.m. (0900 GMT): Membuka sidang pertemuan ke-173 konferensi tersebut, yang dihadiri oleh semua delegasi, delegasi, dan wartawan OPEC.

1200 siang (1100 GMT): Rapat tertutup pada pertemuan ke-173 konferensi tersebut, yang dihadiri oleh delegasi delegasi OPEC dan sekretaris OPEC

3 p.m. (1400 GMT): Pertemuan Tingkat Menteri OPEC dan Non-OPEC yang ketiga

Sesi Pembukaan: Kehadiran semua kepala delegasi dan delegasi OPEC dan non-OPEC, wartawan.

Sidang Pleno: Kehadiran semua kepala delegasi dan delegasi OPEC dan non-OPEC

Sidang Tertutup: Kehadiran semua kepala delegasi negara produsen OPEC dan non-OPEC dan sekretaris OPEC

Waktunya dikonfirmasikan: Konferensi pers bersama oleh presiden konferensi OPEC, menteri energi Rusia dan sekretaris OPEC.

 

news edited by Equity World Surabaya