Equity World Surabaya – Perdagangan saham pengembang Cina Kaisa Group Holdings Ltd dan tiga unitnya dihentikan pada hari Jumat, sehari setelah perusahaan mengatakan anak perusahaan telah melewatkan pembayaran pada produk manajemen kekayaan.

Equity World Surabaya : Perdagangan saham pengembang Cina Kaisa Group Holdings Ltd di hentikan

Masalah Kaisa muncul di tengah kekhawatiran tentang krisis likuiditas yang semakin dalam di sektor properti China, dengan serangkaian default utang luar negeri, penurunan peringkat kredit dan penjualan saham dan obligasi pengembang dalam beberapa pekan terakhir.

Pasar US Dow Jones -33pts (-0,09%).

🔴 Sri Kadarwati, Analis PT.Equityworld Futures Priority mencatat bahwa emas mengalami kondisi oversold. Laporan Sri Kadarwati mengatakan, “likuidasi posisi emas terus berlanjut tetapi melambat pada bulan Oktober, dan aksi harga emas divergen yang positif adalah tanda kelelahan penjualan.”

Sri juga menilai The Fed bimbang menentukan langkah untuk hadapi inflasi yang terjadi, hal ini menambah volatilitas emas di kuartal ke 4 tahun ini.

Sebagai aset safe haven, emas tetap akan menjadi perlindungan terbaik dari bencana ekonomi (bila Pandemi COVID-19 berlanjut).

Sri Kadarwati juga mencatat bahwa “Puncak dari perhatian pelaku pasar saat ini adalah banyaknya tantangan yang dihadapi China dan krisis energi global yang sedang berkembang. Bila Isu Tapering telah terlewati, pasar akan kembali melihat kondisi ekonomi pasar China & Krisis Energi”.

China adalah ekonomi utama yang tumbuh paling cepat dalam dua dekade terakhir, tetapi perlambatan tidak dapat dihindari, dan semakin banyak ekonomi global terikat ke China, semakin besar dampak perlambatan yang akan terjadi. “Siklus pengetatan peraturan China saat ini melampaui apa pun yang terlihat di masa lalu dalam hal luas, tingkat keparahan, dan durasinya. Tindakan keras di pasar properti juga terus memperlambat pertumbuhan dan meningkatkan potensi risiko sistemik, ”kata Sri Kadarwati.

Tergantung semua ini adalah krisis energi yang mendalam sudah berlangsung. Sri percaya bahwa komponen terbesar dari ancaman stagflasi adalah melonjaknya harga energi. Mereka menambah tekanan inflasi sekaligus menyeret produktivitas dan pertumbuhan.

Sri melihat indikator inflasi tidak konsisten dengan pandangan “sementara” yang dinyatakan Fed.

Risiko inflasi dan stagflasi yang berkepanjangan terbukti, dan Sri melihat The Fed harus membuat keputusan yang sulit: “apakah The Fed :
a) tetap sangat akomodatif dan berisiko harga melonjak lebih tinggi, atau
b) mengetatkan untuk mencegah tekanan inflasi dan memperburuk perlambatan?”

Jika The Fed tetap akomodatif, pasar kemungkinan akan beralih ke aset perlindungan inflasi, dan imbal hasil obligasi akan naik, menekan valuasi. Secara teori, ini dapat menyebabkan pemulihan pertumbuhan, tetapi bukti dari kurva imbal hasil obligasi menunjukkan bahwa kondisi tidak akan stabil dengan taktik ini. Opsi kedua, pengetatan agresif, berpotensi memperburuk perlambatan saat ini dan meningkatkan volatilitas pasar.

Laporan Sri mengatakan, “ketika pengumuman tapering Fed akhirnya tiba, itu mungkin berubah menjadi acara ‘beli di harga murah’ untuk emas. Sementara pasar obligasi mengalami re-pricing yang keras dalam jangka pendek karena ketidakpastian seputar pengetatan, logam mulia telah dihargai dalam pengetatan.” Sri melihat potensi kenaikan untuk emas.

Terlepas dari keputusan yang the Fed pilih untuk dilakukan, emas kemungkinan akan memiliki reaksi positif. Inflasi yang tinggi akan segera menaikkan harga, tetapi jika The Fed melakukan kesalahan yang terlalu hawkish dan menyebabkan perlambatan, ruang logam mulia siap untuk memenuhi peran tradisionalnya sebagai tempat berlindung yang aman.

🔴 Fokus Laporan Malam Ini:
▪️Nonfarm Payroll (OCT) 19.30wib

Indikator Pertumbuhan Lapangan Pekerjaan di US bulan Oktober diestimasikan naik > 450.000.
Bila Aktual < 450.000, Maka USD Berpotensi Melemah & Harga Emas dapat Menguat.

▪️Unemployment Rate (OCT) 19.30wib

Tingkat pengangguran bulan Oktober diestimasikan turun < 4,7%. Bila Aktual > 4,7%, Maka USD Berpotensi Melemah & Harga Emas Menguat.

Range Emas: 1776-1806
Saran:
Buy 5lot di 1790
Buy 4lot di 1786
Buy 3lot di 1782
Buy 2lot di 1778
Sell 2lot di 1804
Sell 3lot di 1802
Sell 4lot di 1798
Sell 5lot di 1794

Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka yang dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Perdagangan Berjangka memiliki resiko & cara transaksi yang Unik. Hubungi Wakil Pialang Berjangka kami untuk menerima informasi sejelasnya akan Perdagangan Berjangka.

news edited by Equity World Surabaya

sumber investing.com