Equity World Surabaya – Saham Asia turun ke awal yang hati-hati pada hari Kamis setelah Wall Street tersandung meskipun berita ekonomi A.S. yang optimis dan kurva imbal hasil Treasury mencapai level terendah dalam satu dekade karena investor membukukan kenaikan suku bunga A.S.

Kekhawatiran mengenai prospek pemotongan pajak A.S. yang besar juga tidak menunjukkan tanda-tanda mereda karena dua anggota parlemen Partai Republik pada hari Rabu mengkritik usulan terakhir Senat.

Indeks MSCI terbesar di Asia-Pasifik di luar Jepang (MIAPJ0000PUS) meningkat tipis 0,1 persen pada awal perdagangan, sementara saham Australia (AXJO) sedikit lebih lemah.

 

Equity World Surabaya  : Indeks saham nikkei (N225) Turun

Nikkei Jepang (N225) merosot ke dua sisi datar, sementara EMini futures untuk S & P 500 (ESc1) turun 0,03 persen.

Wall Street ditimbang oleh sebuah retret di sektor energi S & P 500 (SPNY) yang mengalami penurunan empat hari sebesar 4 persen, periode terlemahnya dalam 14 bulan terakhir.

Dow (DJI) turun 0,59 persen, sementara S & P 500 (SPX) turun 0,55 persen dan Nasdaq (IXIC) 0,47 persen.

Penurunan tersebut terjadi meski sebagian besar berita ekonomi optimis dengan inflasi inti A.S. merayap lebih tinggi dan penjualan ritel mengalahkan perkiraan dalam tanda positif untuk pertumbuhan.

Namun, kekuatan itu juga menambah risiko bahwa Federal Reserve tidak hanya akan mendaki pada bulan Desember, yang sekarang hampir sepenuhnya harga, namun beberapa kali di tahun depan juga.

Pandangan tersebut menjanjikan untuk mendorong imbal hasil Treasury jangka pendek (US2YT = RR) lebih jauh dari puncak sembilan tahun saat ini.

 

sumber investing

news edited by Equity World Surabaya