Equity World Surabaya – Minyak turun karena para pedagang menilai pemulihan permintaan yang tidak merata, dengan stok AS turun tetapi kekhawatiran tentang konsumsi di India yang dilanda virus.

West Texas Intermediate turun 0,8% pada awal perdagangan Asia setelah berakhir sedikit perubahan pada hari Rabu. Importir minyak mentah utama India sedang berjuang melawan rekor gelombang virus korona yang melemahkan aktivitas ekonomi, dan dengan latar belakang itu Arab Saudi menurunkan harga untuk pengiriman Juni ke pelanggan Asia. Namun, di AS, stok turun pekan lalu ke level terendah sejak akhir Februari.

Pasar US Dow Jones +97pts (+0,29%).

• Seorang penasihat ilmiah terkemuka untuk pemerintah India memperingatkan pada hari Rabu bahwa negara itu pasti akan menghadapi gelombang lebih lanjut pandemi virus korona, karena hampir 4.000 orang meninggal dalam waktu sehari.

Rumah sakit terus berjuang mencari tempat tidur dan oksigen sebagai tanggapan atas lonjakan infeksi mematikan gelombang kedua, Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan dalam laporan mingguan bahwa India menyumbang hampir setengah dari kasus virus korona yang dilaporkan di seluruh dunia minggu lalu dan seperempat dari kematian.

Penasihat ilmiah utama pemerintah, K. VijayRaghavan, memperingatkan bahwa bahkan setelah tingkat infeksi mereda, negara harus siap untuk gelombang ketiga.
“Fase 3 tidak bisa dihindari, mengingat tingginya tingkat virus yang beredar,” katanya dalam jumpa pers. “Tapi tidak jelas pada skala waktu apa fase 3 ini akan terjadi. Kita harus bersiap untuk gelombang baru.”

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi telah banyak dikritik karena tidak bertindak cepat untuk menekan gelombang kedua, setelah festival keagamaan dan demonstrasi politik menarik puluhan ribu orang dalam beberapa pekan terakhir dan menjadi acara “penyebar super”.

Delegasi India untuk pertemuan Menteri Luar Negeri Kelompok Tujuh di London juga mengisolasi diri setelah dua anggotanya dinyatakan positif COVID-19, kata Inggris pada hari Rabu.

Kematian naik dengan rekor 3.780 selama 24 jam terakhir, data kementerian kesehatan menunjukkan, dan infeksi harian naik 382.315 pada hari Rabu. Jumlahnya telah melebihi 300.000 setiap hari selama dua minggu terakhir.

Pihak oposisi telah mendesak penguncian nasional, tetapi pemerintah enggan untuk memberlakukannya karena takut dampak ekonomi, meskipun beberapa negara telah mengadopsi pembatasan sosial.

• Fokus Laporan Malam ini:

  • Initial Jobless Claims 19.30wib
    Diestimasikan Klaim Pengangguran US mengalami penurunan < 540.000. Bila Aktual > 540.000; USD berpotensi mengalami pelemahan & Harga emas dapat menguat.

Range Emas: 1770-1800
Saran:
Buy 5lot di 1784
Buy 4lot di 1780
Buy 3lot di 1776
Buy 2lot di 1772
Sell 2lot di 1798
Sell 3lot di 1794
Sell 4lot di 1790
Sell 5lot di 1786

Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka yang dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Perdagangan Berjangka memiliki resiko & cara transaksi yang Unik. Hubungi Wakil Pialang Berjangka kami untuk menerima informasi sejelasnya akan Perdagangan Berjangka.

news edited by Equity World Surabaya

sumber investing.com