Equity World Surabaya – Dolar menguat pada hari Selasa setelah merayap menjauh dari level tertinggi 10 minggu semalam, mengambil dukungan dari ekspektasi mendasar bahwa prospek ekonomi A.S. akan mendorong Federal Reserve menaikkan suku bunga di akhir tahun ini.

Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama adalah tingkat yang lebih tinggi di 93.720 (DXY) setelah mencelupkan sekitar 0,15 persen semalam.

 

Equity World Surabaya : Dollar Mengalami rebound

Greenback sempat tergelincir oleh euro, menyusul data yang menunjukkan output industri Jerman mencatat kenaikan bulanan terbesarnya dalam lebih dari enam tahun di bulan Agustus. Sebuah panggilan dari Sabine Lautenschlaeger, anggota dewan eksekutif Bank Sentral Eropa, untuk ECB untuk Pembelian kembali aset di tahun 2018 juga mengangkat mata uang bersama.

Dolar juga mendapat koreksi terhadap yen akhir pekan lalu mengenai sebuah laporan bahwa Korea Utara sedang mempersiapkan uji coba rudal jarak jauh. Kekhawatiran adalah bahwa Pyongyang bisa menandai hari-hari menjelang Selasa, saat merayakan pendirian partai yang berkuasa, dengan semacam provokasi.

“Pasar akan terus melirik Korea Utara, namun sebagian besar ketegangan terbaru bisa dibukukan pada hari Jumat ketika dolar turun,” kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi valas di Mizuho Securities.

“Namun, dolar didukung dengan baik dan bukan mata uang yang mudah untuk dijual pada saat ini setelah data hari Jumat menunjukkan bahwa upah A.S. membaik dengan mantap.”

Indeks dolar tetap berada di kisaran level tertinggi 10 minggu di 94,267 pada hari Jumat ketika data upah AS A.S. September yang mengejutkan kuat meningkatkan harapan yang tinggi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya pada 2017.

Greenback datar di 112.690 yen. Ini telah muncul ke level tertinggi tiga bulan di 113,440 pada hari Jumat mengenai data upah A.S. yang kuat sebelum menarik kembali kekhawatiran Korut.

Pound sedikit berubah pada $ 1,3139, setelah melambung semalam dari level terendah satu bulan di $ 1,3027 karena berita tentang kenaikan biaya tenaga kerja mengeras ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, dan setelah Perdana Menteri Theresa May berjanji untuk menangkal tantangan terhadap kepemimpinannya.

Dolar Australia naik 0,1 persen lebih tinggi pada $ 0,7758 dan dolar Selandia Baru hampir flat di $ 0,7066.

 

news edited by Equity World Surabaya