Equity World Surabaya – Saham Asia mengawali minggu ini dengan hati-hati pada hari Senin, dengan pasar China tetap stabil, karena lonjakan kasus virus corona di seluruh wilayah selama akhir pekan melukai sentimen investor sementara minyak melayang di sekitar tertinggi 2,5 tahun.

Equity World Surabaya : Bursa Asia Awali Minggu Dengan kehati-hatian

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang terakhir sedikit melemah di 702,57. Saham Australia tergelincir 0,2%. Benchmark KOSPI Korea Selatan hampir tidak berubah seperti halnya Nikkei Jepang.

Investor khawatir tentang lonjakan infeksi virus corona di Asia dengan kota terpadat di Australia, Sydney, yang dikunci setelah sekelompok kasus yang melibatkan strain Delta yang sangat menular membengkak.

Pasar US Dow Jones +237pts (+0,69%).

• Biasnya pesan hawkish (mau menaikkan suku bunga) Federal Reserve diikuti oleh kesaksian dovish (mau pertahankan suku bunga rendah) Jerome Powell telah menciptakan banyak volatilitas, yang menjaga emas berada di bawah level $1.800 per ons.

Analis tetap pertahankan pandangan bullish atas emas untuk minggu depan tetapi penting bagi logam mulia emas untuk menembus level $ 1.800 per ons untuk kembali ke “Luar angkasa”.

“Harga Emas terus pulih. Namun Emas harus menembus di atas $1.795,00,” Ujar Hermin Bura Tasik, Analis Senior PT.Equityworld Futures Priority – Sahid Sudirman Centre Jakarta. “Minggu lalu, aksi jual yang berlebihan, telah memberi banyak orang peluang bagus untuk memposisikan diri di semester ke 2 tahun ini.”

Hermin menambahkan, “Semua perhatian tertuju pada ekspektasi inflasi Federal Reserve yang lebih tinggi dan kemungkinan dua kenaikan suku bunga segera setelah 2023. Pelaku pasar menilai The Fed hanya “menggonggong dan tidak menggigit”. Secara keseluruhan, pelaku pasar merasa kebingungan atas pernyataan moneter Fed dan rentetan komentar Fed yang mengikutinya”.

“Pandangan kami adalah bahwa harga emas rata-rata untuk Q3 adalah $1.790 – 1.960 per Ons dan kemudian kami bisa mulai melihat harga yang lebih baik nanti,” kata Hermin. “Setiap data yang menunjukkan bahwa Fed tidak dapat mengambil tindakan tegas di sisi hawkish untuk menenangkan inflasi adalah bullish untuk emas. Jika inflasi tidak menjadi masalah di kemudian hari, Fed dapat menarik kembali beberapa komentarnya tentang menaikkan suku bunga. pada tahun 2023.”

Level resistance emas berikutnya adalah sekitar $1.808 dan kemudian $1.836, sementara support berada di $1.770.

• Fokus Data Minggu Depan

Acara besar minggu depan adalah laporan nonfarm payrolls US yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat.

Prakiraan pasar menyerukan Nonfarm payrolls US bulan Juni akan menambahkan 675.000 lapangan pekerjaan baru. Kekecewaan di Nonfarm payrolls akan menjadi bullish untuk emas, kata Hermin.

Kumpulan data lain yang harus diperhatikan adalah kepercayaan konsumen CB hari Selasa, penjualan rumah dan ADP yang tertunda pada hari Rabu, serta klaim pengangguran hari Kamis.

Range emas: 1764-1796
Saran:
Buy 5lot di 1778
Buy 4lot di 1774
Buy 3lot di 1770
Buy 2lot di 1766
Sell 2lot di 1794
Sell 3lot di 1790
Sell 4lot di 1786
Sell 5lot di 1782

Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka yang dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Perdagangan Berjangka memiliki resiko & cara transaksi yang Unik. Hubungi Wakil Pialang Berjangka kami untuk menerima informasi sejelasnya akan Perdagangan Berjangka.

news edited by Equity World Surabaya

sumber investing.com