Equity World Surabaya – Aussie sedikit melemah di awal Asia pada hari Kamis menjelang data perdagangan dan di pasar yang sepi dengan Ketua Fed Janet Yellen menahan diri dari ucapan pada kebijakan moneter di sebuah konferensi perbankan masyarakat di St. Louis.

AUD / USD diperdagangkan di 0.7861, turun 0,03%, sementara USD / JPY berpindah tangan pada 112,77, naik 0,02%.

Indeks dolar A.S., yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan enam mata uang utama, terakhir dikutip turun 12,12% menjadi 93,30.

 

Equity World Surabaya : Janet Yellen Tunda Kebijakan monoternya

Ada hari libur di China, Korea Selatan dan Hong Kong.

Australia melaporkan neraca perdagangan untuk AUgust dengan surplus A $ 875 miliar yang diharapkan, dan penjualan ritel dengan kenaikan 0,3% terlihat pada bulan.

Semalam, dolar jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama meskipun ada duo laporan mengenai sektor jasa dan ekspektasi pasar tenaga kerja karena para pedagang menunggu kemungkinan ucapan dari Yellen.

Data nonmanufacturing ISM untuk bulan September menunjukkan kenaikan menjadi 59,8, mengalahkan ekspektasi 55,7. Ini merupakan angka tertinggi untuk indeks sektor jasa sejak Agustus 2005 ketika indeks mencapai 61,3, menurut ISM.

Sektor jasa merupakan komponen penting dari ekonomi AS, yang mencakup sekitar 80% produk domestik bruto (PDB) sektor swasta A.S.

Di pasar tenaga kerja, gaji swasta tumbuh sebesar 135.000 untuk bulan ini, sebuah penurunan tajam dari 228.000 di bulan Agustus, menurut sebuah laporan yang dirilis pada hari Rabu oleh ADP dan Moody’s Analytics. Itu mengalahkan perkiraan ekonom 125.000.

Ada juga spekulasi mengenai pilihan Presiden Donald Trump untuk kepala Federal Reserve berikutnya.

Gubernur Fed Jerome Powell lebih disukai daripada mantan gubernur Fed Kevin Warsh oleh Menteri Keuangan A.S Steven Mnuchin, Politico melaporkan pada hari Rabu. Hal itu menekan dolar dan imbal hasil karena Jerome Powell dipandang secara luas sebagai kandidat yang kurang hawkish.

Pound dan euro yang lebih kuat juga membebani dolar menyusul data sektor layanan Inggris dan zona euro yang lebih baik dari perkiraan.

 

news edited by Equity World Surabaya