Equity world  – Federal Reserve mesti berhati-hati kepada kenaikan suku bunga sebab risiko masihlah berlanjut utk ekonomi AS, begitu pendapat salah satu produsen kebijakan yg paling berpengaruh, Senin 901/08), yg menciptakan sinyal peluang mendaki terhadap akhir th itu memudar.

Sementara Presiden Fed New York William Dudley mengemukakan factor itu “terlalu dini” utk menyingkirkan kebijakan pengetatan terhadap thn 2016, dia meneruskan bahwa guncangan negatif lebih mungkin saja daripada yg positif lantaran efek yg tak didapati ketetapan Inggris buat meninggalkan Uni Eropa & dollar yg kuat.

“Ketiga argumen ini merupakan fakta bahwa kebijakan moneter AS diwaktu ini cuma lumayan akomodatif, kebenaran bahwa keadaan keuangan AS sudah dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi & pasar keuangan luar negara, & pertimbangan manajemen risiko, berikan pertimbangan kepada sekarang, utk berhati-hati dalam meningkatkan suku bunga AS dalam jangka pendek, “kata Dudley, sekutu dekat Ketua Fed Janet Yellen & pemilih konsisten kepada kebijakan AS.

Komentar tersebut, termasuk juga referensi utk ketidakpastian kurang lebih pemilihan presiden AS 8 Nopember, menyarankan bank sentral cenderung ke arah mempertahankan suku bunga masihlah hingga mungkin saja Desember, yg bakal menandai satu thn sejak menaikkan suku bunga buat mula-mula kalinya dalam nyaris satu dekade.

Dudley membangkitkan angan-angan baru investor buat pengetatan siklus AS kurang agresif ke depan, & memperingatkan bahwa faktor itu jadi makin terang bahwa sekian banyak tekanan pasca krisis mungkin akbar dapat jadi permanen.

Dalam pidato dovish utk konferensi dengan Fed New York – Bank Indonesia di Bali, Indonesia, Dudley mengemukakan hal tersebut barangkali bahwa ekonomi AS bakal meningkatkan cita-cita hingga akhir thn, bahwa keadaan pelonggaran keuangan, atau bahwa risiko internasional yang lain memudar.

“Untuk argumen ini, aku pikir terlampaui dini utk menyingkirkan kebijakan moneter lebih lanjut pengetatan th ini,” menurutnya dalam sambutannya yg disiapkan buat pidato.

Bila ekonomi & pasar tenaga kerja meningkat serentak, Dudley menyampaikan, The Fed bakal bereaksi dgn menaikkan suku bunga lebih serta-merta.

“Jika itu seluruhnya berlangsung amat sangat serta-merta, aku tentu mampu menyaksikan Fed menaikkan suku bunga bahkan sebelum pemilihan bisa jadi,” menurutnya. “Tapi bila itu seluruh berjalan teramat lambat, sehingga kita dapat berangkat amat sangat lambat.”

Dudley tak tegas menyebut seberapa tidak sedikit kenaikan suku bunga, cuma mengemukakan bahwa dia menginginkan bank sentral utk bergerak setidaknya lebih agresif daripada prediksi berjangka pasar waktu ini utk cuma satu kenaikan suku bunga terhadap akhir 2017.

Sementara bank sentral paling berpengaruh di dunia ini mengeluarkan sekian banyak suara yakin diri dalam satu buah opini kebijakan minggu dulu, data yg lebih baru menunjukkan ekonomi AS sudah berkembang kepada tingkat tahunan lebih kurang 1 % sejauh th ini menciptakan mereka berpikir Fed tak dapat memperketat moneter kebijakan dalam tempo dekat.

Suatu jajak pernyataan Reuters ekonom baru-baru menunjuk ke jumpa kebijakan Desember yang merupakan yg paling bisa saja buat kenaikan suku bunga.

Tetapi sesudah data pertumbuhan ekonomi lemah kepada hri Jumat, tingkat harga dana Fed futures cuma memperkirakan lebih kurang 30 prosen bisa saja kenaikan suku bunga terhadap bln Desember, di bandingkan bersama lebih kurang 50 % awal minggu dulu.

Dudley menyebutkan pembacaan pertumbuhan ekonomi tahunan 1,2 % utk kuartal ke-2 juga sebagai “lamban” namun terjebak dgn angan-angan bahwa ekonomi bakal rebound ke seputar 2 prosen pertumbuhan tatkala 18 bln ke depan, prospek dirinya digambarkan sbg “positif” & “memuaskan”.

Dirinya pula menyampaikan dia percaya inflasi bakal naik ke maksud 2 prosen Fed dalam jangka menengah.

Dudley menyambung bahwa pelonggaran moneter yg agresif di Jepang & Eropa thn ini didorong dollar &, bersama-sama, menopang meyakinkan Fed tak dapat menaikkan tarif dengan cara agresif seperti yg dibayangkan kembali kepada bln Desember.

Dirinya mengemukakan produktivitas di Amerika Serikat & di semua dunia ialah “cukup mengecewakan” namun itu mendorong pemerintah & legislatif buat membangun reformasi yg digunakan utk menciptakan ekonomi mereka lebih efisien.