Equity world-Memulai perdagangan valas minggu ini utk transaksi antar bank berdasarkan kurs referensi BI hri Selasa (13/9) lebih rendah dari perdagangan minggu dulu. Tetapi Rp di pasar spot sesi Asia bergerak teramat kuat sesudah di buka positif awal perdagangan merespon keadaan dolar AS yg sedang terpukul.

Penguatan Rp pagi ini belum berikan minat bagi investor asing buat investasi di pasar bekal, sejak bursa di buka tertulis net sell asing Rp94 miliar lebih. Perbuatan menjual saham asing ini jadi telanan penting bagi IHSG yg sekarang ini sedang bergerak retreat 1%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa (13/09) dibuka turun -17,58 poin atau -0,33 persen, pada 5264,34. Pelemahan IHSG tertekan aksi profit taking terpicu pelemahan harga minyak mentah sesi Asia.

Pelemahan IHSG mengabaikan penguatan bursa Wall Street dan memudarnya harapan kenaikan suku bunga AS.

Aksi profit taking terpicu penurunan harga minyak mentah sesi Asia pagi ini tertekan aksi profit taking dan kehati-hatian investor mencermati data ekonomi Tiongkok.

Pagi ini terpantau 51 saham menguat, 131 saham melemah, dan sisanya saham stagnan. Tercatat transaksi sebesar lebih Rp362 miliar dari 319 juta lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak lebih 13.100 kali.

Pagi ini IHSG tertekan oleh semua sektor yang negatif, dengan pelemahan tertinggi sektor Aneka Industri yang turun -1,83 persen.

Pagi ini terjadi aksi profit taking investor asing, dimana dana asing yang keluar pasar modal mencapai Rp 24,46 miliar.

& buat pergerakan kurs Rp di pasar spot hri ini berpotensi kuat kepada akhir perdagangan oleh prospek dolar AS yg melemah, maka Analyst equity Research Center memperkirakan rp bergerak di level support di 13186 & resistance di 13130.