Equity world-Asa penguatan emas & mata duit non-dollar mengupayakan dijaga saat laporan terupdate keadaan ekonomi AS dapat dirilis dini hri kelak.

Kepada perdagangan sehari pada awal mulanya, indeks dolar terseok-seok pasca data gerakan jasa di AS mengalami laju yg terlamban sejak Pebruari 2010 akibat dari masuknya berkas bangkrutnya suatu perusahaan pelayaran di Korea yg disertai dgn keadaan Timur Tengah yg semakin tak kondusif maka jasa pelayaran meredup & persediaan barang di gudang sedang menumpuk.

Situasi tersebut diperlukan sejenak oleh investor buat melepas aset-aset berlatar dolar AS & serta mengoleksi emas dikarenakan aspek tekanan kenaikan suku bunga AS sesaat sedang meredup sambil menanti Fed’s Beige book launcing dini hri kelak.

Mengapa Beige Book ini diangkat oleh penulis lantaran kami menonton bahwa latar belakang keadaan ekonomi AS yg terkini & terpercaya ada didalam laporan bank sentral tersebut.

Kepada awal tulisan di Senen tempo hari telah kami bahas sejenak tapi tidak ada salahnya kita gali kembali tentang Beige book ini.

Beige book bakal jadi batu pijakan bagi the Fed buat tentukan sikap pada naik tidaknya suku bunganya kepada meeting tanggal 21-22 September ini atau 2 pekan kedepan.

Jikalau keadaan ekonomi di 12 negeri bidang mutlak cabang the Fed di AS melaporkan sesuatu yg tambah baik dibanding musim diawal mulanya & mengizinkan utk naiknya suku bunga the Fed, sehingga akan dimaklumi bahwa perjalanan emas utk 2 pekan kedepan ini niscaya mengalami tren meredup atau short sell perlahan-lahan.

Tetapi jikalau keadaan “moderate growth” atau keadaan laju pertumbuhan berkelanjutan yg tak mengalami tambahan dari 12 negeri sektor the Fed tersebut atau malah keadaan “modest growth” (satu buah penggambaran kegiatan laju ekonomi yg jalan ditempat) mengalami kenaikan, sehingga tempat kenaikan suku bunga terhadap masa kali ini tidak akan berjalan maka kesempatan kenaikan emas atau buyback serentak terwujud lagi.

Dalam Beige book terdapat pelaporan tentang kegiatan-kegiatan seperti pertumbuhan properti, perbankan, pabrikan, pasar retail, keyakinan pengguna, daya beli pengguna, situasi tenaga kerja teranyar & tingkat persediaan usaha di 12 negeri bidang the Federal Reserve, maka laporan ini kadang tidak dipandang pasar juga sebagai factor yg mutlak, tapi didalamnya tersirat bahwa laju pertumbuhan ekonomi AS mampu mensupport terjadinya inflasi yg semakin melaju ataukah semakin meredup.

Sebelum launcing beige bòok ini, pembaca bakal melirik sejenak ke Inggris menyangkut dengar pernyataan dari bank sentral Inggris dgn parlemen tentang keadaan terupdate laju inflasi di negara Elizabeth tersebut maka pasti dapat mempengaruhi geliat dari poundsterling.

Jikalau tersirat kandungan suku bunga Inggris tetap dapat direndahkan lebih lanjut juga sebagai antisipasi pasca ketetapan brexit di Juni dulu, sehingga keadaan short sell cable atau pounds atau trader lokal menyingkatnya bersama istilah GU, bisa terbuka lebar. Tapi jikalau tersirat kandungan tekanan laju inflasi Inggris tetap bisa menahan turunnya suku bunga sehingga GU masihlah mampu buyback.