Equity world-Pergerakan kurs rp di tengah pasar valas sesi Asia hri Kamis (8/9) ataupun perdagangan antar bank di Indonesia bergerak negatif sampai kembali ke kisaran 13100. Bangkitnya angan-angan kenaikan Fed rate th ini sesudah laporan Beige Book semalam berikan tekanan bagi perdagangan saham & valas kawasan Asia. diluar itu BI hri ini lemahkan kurs referensinya. Diawal perdagangan rp pernah di buka kuat tetapi terpangkas ikuti sentimen valas kawasan Asia.

Pelemahan rp pagi ini menciptakan investor asing tarik kembali modalnya dari bursa saham sampai membentuk net sell Rp144 miliar lebih. Tindakan menjual saham asing ini jadi telanan penting bagi IHSG yg waktu ini sedang bergerak retreat 0,2%.

Pagi ini terpantau 78 saham menguat, 67 saham melemah, dan sisanya saham stagnan. Tercatat transaksi sebesar lebih Rp321 miliar dari 368 juta lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak lebih 14.700 kali.

Pagi ini IHSG tertekan oleh 8 sektor yang negatif, dengan pelemahan tertinggi sektor Infrastruktur yang turun 0,58 persen.

Pagi ini terjadi aksi profit taking investor asing, dimana dana asing yang keluar pasar modal mencapai Rp 16,33 miliar.

Pergerakan kurs rp di pasar spot pagi ini bergerak negatif bersama posisi pelemahan 0,16% dari perdagangan pada awal mulanya & saat ini bergerak terhadap kisaran Rp13106/US$ sesudah di buka kuat kepada level Rp13082/US$. Begitu pula kurs Jisdor diperlemah ke 13090 dari posisi 13086 perdagangan hri Rabu (7/9).

& buat pergerakan kurs Rp di pasar spot hri ini berpotensi lemah terhadap akhir perdagangan oleh meski dolar AS melemah, maka Analyst equity Research Center memperkirakan rp bergerak di level support di 13120 & resistance di 13067.