Equity world-Para pialang emas yg pada awal mulanya mabuk kepayang dgn kenaikan emas selagi satu semester ini, terantuk sejenak kenaikan harga emas menjelang Pidato Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen kepada Jumat pagi diwaktu setempat.

Sepanjang satu semester tempo hari, harga emas meningkat & mencatat rekor yang merupakan kinerja per semester paling baik dalam 40 th terakhir. Menyaksikan pergerakan biasanya harga emas dalam 30 hri ini yg mengalami fluktuasi, harga emas dalam minggu ini mengalami penurunan jelang harga termurahnya sejak Oktober 2014. Para investor bersikap menunggu pendapat apa yg dilontarkan oleh Janet Yellen dalam jumpa di Jackson Hole, Wyoming AS.

Harga emas tatkala enam bln perdana thn ini menoreh prestasi dgn kenaikan paling besar yg sempat dilakukannya sejak 1979. Jalan yg memuluskan kenaikan ini merupakan sikap The Federal Reserve AS yg menunda-nunda kenaikan suku bunganya. Terakhir kali menaikkan suku bunga terhadap bln Desember tempo hari. Lima kali jumpa sampai hri ini, tak serta mengubah kebijakannya. Belum lagi keadaan Eropa yg tetap dibelit krisisi & keluarnya Inggris dari Uni Eropa makin mempertebal ketidak pastian dikawasan tersebut. Harga emas bergembira bersama naik tetap. Investor yg merasa was-was, pilih emas yang merupakan bekal pengaman investasinya.

Disayangkan kenaikan harga emas yg memabukkan ini, perlahan menyurut diawal semester ke-2 thn ini. Keadaan ekonomi AS yg membaik jadi sentimen penguat bahwa suku bunga AS tak butuh ditunda lagi buat kenaikannya. Kenaikan suku bunga AS bakal diikuti dgn penguatan Dollar AS menciptakan harga emas kehilangan pamornya sbg modal investasi. Tidak Cuma terasa lebih mahal membeli emas dalam unit Dollar bagi para investor, pula Emas tak memberikan keuntungan dari suku bunga. Aspek yg tidak serupa bersama investasi kepada Obligasi & deposito.

Terhadap Jumat pagi ketika setempat, Janet Yellen dijadwalkan dapat bicara kepada simposium para bangkir di Jackson Hole dalam jumpa dua hri. Lewat peluang ini, Janet Yellen diperkirakan bakal mengemukakan hal-hal yg sanggup mengisyaratkan kebijakan suku bunga The FED. Biarpun begitu, sebahagian tersangka pasar pun menepis anggapan begitu & berpendapat bahwa Yellen mampu saja tak bakal menyinggung masalah suku bunga ini. Sikap lunak Yellen diperkirakan dapat dilakukan buat menyeimbangkan sikap agresif yg dilakukan sejawat-sejawat Yellen dalam Komisi Pasar Bebas atau FOMC dari Bank Sentral AS. Seperti Gubernur Bank Sentral AS wilayah New York, William Dundley & Wakil Gubernur Bank Sentral Stanley Fischer yg berpendapat suku bunga berpeluang dinaikkan terhadap th ini. Berpijak dgn anggapan begitu, tidak heran masihlah terbersit keyakinan bahwa harga emas menaruh kesempatan utk naik kembali.

Terhadap hri Kamis (26/08/2016) Harga emas diperdagangkan turun se besar 0.4% & mogok di harga $1.324,60 per ons di bursa Comex. Ini adalah penurunan ke empat dalam lima sesi perdagangan terakhir. Volume perdagangan serta mengalami penurunan tajam, segede 22% di bawah kebanyakan volume perdagangan dalam 100 hri.