Equity world Futures – Tubuh Koordinasi Penanaman Bekal ( Badan Koordinasi Pananaman Modal) hri Jumat (29/7) mengumumkan realisasi investasi di Indonesia masa kuartal ke-2 th ini yg sukses menempa rekor. Dari laporan Badan Koordinasi Pananaman Modal tersebut, realisasi investasi yg masuk ke tanah air mencapai Rp151,6 triliun. Jumlah ini baru mencapai 25% dari target sepanjang th se gede Rp594,8 triliun.

Setelah sempat ditunda, kantor Badan Koordinasi Pananaman Modal bakal diadakan konferensi pers berkaitan realisasi investasi triwulan II th 2016. Tetapi sebab ada perubahaan menteri, konferensi pers batal dilaksanakan.

Deputi Bagian Pengendalian Pengerjaan Penanaman Bekal, Azhar Lubis, meminta maaf atas batalnya pengumuman tersebut.

“Kami beritahukan bahwa pengumuman realisasi triwulan kuartal II batal. Mohon maaf benar-benar ini telah kami rencanakan diawal mulanya & nyata-nyatanya sejak sebelum diadakan konferensi pers ini tahunya ada pengumuman reshuffle. Menjadi ini sekian banyak hri ke depan, bakal diumumkan kembali,” kata Azhar Lubis, di kantor Badan Koordinasi Pananaman Modal,

Seandainya di bandingkan bersama kuartal ke-2 th dulu, jumlah pencapiaan investasi musim th ini cuma naik 12,3% di bandingkan masa yg sama thn pada awal mulanya. Bagi Badan Koordinasi Pananaman Modal, jumlah realisasi kuartal ke-2 dulu adalah rekor paling atas realisasi investasi di Indonesia.

Dari realisasi investasi masa 3 bln ke-2 th ini, terbesar disumbang oleh penanaman bekal asing (PMA) yg mencapai Rupiah 99,4 triliun & kemudian penanaman bekal dalam negeri(PMDN) yg mencapai Rupiah 52,2 triliun. Baik PMA & PDMN dalam musim tersebut sukses alami peningkatan 7,9% & 21,7% masing-masing.

Dengan Cara semesteran, realisasi investasi sepanjang semester I-2016 segede Rupiah 298,1 triliun atau berlangsung peningkatan kurang lebih 14,8% di bandingkan masayg sama thn 2015. Realisasi sepanjang 6 bln perdana thn ini disumbang oleh PMA & PMDN sejumlah Rupiah 195,5 triliun & Rupiah 102,6 triliun masing-masing.