Equity world Futures-Pemerintah Indonesia berharap melalui pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty dapat menarik arus uang sebesar-besarnya agar bisa masuk ke kas negara, sehingga baik yang masuk dari luar negeri maupun dari dalam negeri bisa langsung dimanfaatkan untuk investasi.

Dengan harapan besar itulah, Pemerintah juga terus mempersiapkan instrumen-instrumen investasi yang akan digerakkan begitu dana masuk dari hasil amnesti pajak.

Presiden Joko Widodo dalam sosialisasi pengampunan pajak atau tax amnesty, di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (9/8) dengan jelas menyampaikan instrumen-instrumen investasi tersebut.

Investasi Portfolio

Untuk investasi Portfolio, antara lain Surat Berharga Negara (SBN), Surat Utang Negara (SUN), dan Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk). Untuk BUMN bisa dalam obligasi, saham, inftrastruktur, reksa dana, perbankan (deposito, giro, tabungan) bisa langsung dimasukkan kepada bank-bank yang sudah ditunjuk.

Selain instrumen investasi portofolio, ada beberapa sektor yang menjanjikan, mulai dari infrastruktur, padat karya, kelautan, pertanian, pariwisata, hingga properti. Pemerintah, akan membagi sektor-sektor ini dalam tiga kategori, besar, sedang, dan kecil, sehingga investor bisa memilih kategori mana yang sesuai kemampuan.

Investasi Sektor Infrastruktur

Untuk saat ini, Presiden Jokowi menekankan fokus pada infrastruktur, seperti :

-Pembangunan pelabuhan : Pelabuhan besar misalnya Pelabuhan Kuala Tanjung, Tanjung Priok, Makassar New Port, Sorong, atau ada juga yang kecil.

-Pembangunan tol : Sumatera (Lampung sampai ke Aceh); Kalimantan (Balikpapan ke Samarinda); dan Sulawesi (Manado ke Bitung).

-Jalur kereta api (Sumatera dan Sulawesi);

-Transportasi massal di kota-kota besar seperti MRT (Jakarta) dan LRT (Jabodetabek dan Palembang);

-Airport.

-Tenaga listrik baik skala besar, sedang, dan kecil. Dengan target dalam lima tahun ke depan 35 ribu megawatt,maka peluang di sektor tenaga listrik yang masih terbuka.

Investasi Sektor Padat Karya

Sektor lain yang mempunyai banyak peluang adalah sektor padat karya yang dapat membuka lapangan pekerjaan, seperti otomotif dan garmen/tekstil. Untuk menstimulus investasi di sektor ini, Pemerintah berjanji akan mempermudah perizinan.

Presiden menjelaskan, sebelumnya satu perizinan di BKPM (Badan Koordinasi Penananaman Modal) membutuhkan waktu berbulan-bulan. Namun saat ini, tambah Presiden, delapan izin bisa selesai dalam waktu tiga jam. Untuk mempercepat proses, jelas Presiden, Pemerintah juga telah memotong 3.153 peraturan daerah (perda), dari 42.000 peraturan daerah yang ada. Hal ini dilakukan, menurut Presiden, untuk mempercepat percepatan pembangunan di berbagai sektor.

Investasi Sektor Kelautan

Di sektor perikanan, investasi bisa dilakukan dengan membangun cold storage, dan pengalengan ikan. Potensi ini masih terbuka luas karena dua per tiga wilayah Indonesia adalah wilayah perairan. Selain itu, Ppermintaan dari Amerika, China, dan Eropa terhadap jenis ikan di perairan Indonesia juga besar.

“Sektor ini semakin menjanjikan karena sejak tahun lalu, Pemerintah berkomitmen memberantas kapal ilegal. Sebanyak 176 kapal telah ditenggelamkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti,” jelas Presiden.

Investasi Sektor Pertanian

Sektor pertanian khususnya berkaitan dengan komoditas gula dan jagung, juga sangat menjanjikan. Saat ini, Indonesia masih mengimpor 3,4 juta ton gula per tahun, sehingga masih ada peluang untuk membangun pabrik gula, perkebunan tebu, dan sebagainya. Selain itu, Indonesia juga masih mengimpor 3,2 juta ton jagung per tahun.

Investasi Sektor Pariwisata

Di sektor pariwisata, Pemerintah saat ini tengah mendorong promosi sepuluh destinasi wisata Indonesia selain Bali. Beberapa destinasi tersebut, antara lain Danau Toba, Tanjung Layang, Mandalika, Wakatobi, Morotai, Pulau Komodo, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Tengger, dan Tanjung Lesung.

Pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia yang saat ini baru mencapai sembilan juta. Capaian ini, lanjut Presiden, masih kalah dengan Malaysia yang mencapai 24 juta per tahun dan Thailand yang mencapai 27 juta per tahun. Salah satu yang dilakukan, Presiden menekankan, adalah memperbaiki kemasan dan membangun infrastrukturnya.

“Ini ada kesempatan mendirikan resort di situ, dirikan hotel di situ. Target kita sampai tahun 2019, 20 juta turis harus ke Indonesia. Kita mau kerja keras, kita mau mati-matian agar angka tersebut bisa tercapai. Tahun ini targetnya 12 juta,” tambah Presiden Jokowi.

Investasi Sektor Properti

Di sektor properti, khususnya kebutuhan rumah karena kebutuhan rumah khususnya di kota masih kurang sekitar 13 juta rumah pada tahun 2016.

Di bidang properti, khususnya keperluan hunian lantaran keperluan hunian khususnya di kota tetap kurang seputar 13 juta hunian terhadap th 2016.

Menonton peluang-peluang investasi tersebut, pasti dukungan seluruh pihak & warga utk jalankan & membawa bidang dalam acara amnesti pajak teramatdi inginkan, maka sanggup beri dukungan pemerintah menjalankan pembangunan bagi kesejahteraan bangsa Indonesia.