Equity world Futures – Dollar melemah sesudah Federal Reserve menegaskan pendekatan bertahap utk menaikkan suku bunga, walaupun mengakui risiko kepada perekonomian telah mereda. Bursa Saham Jepang memimpin penguatan di bursa-bursa saham Asia sementara harga logam basic naik.

The Bloomberg Dolar Spot Index, yg mengukur greenback pada 10 mata duit penting, turun 0,3 prosen kepada 13 : 38 di Hong Kong, sesudah tergelincir 0,4 prosen selagi dua sesi pada awal mulanya. Won Korea Selatan naik ke teratas sembilan bln, memimpin penguatan dengan dgn ringgit Malaysia & dollar Selandia Baru.
Nilai edit Yen diperdagangkan di level 104,79 per dollar. Mayoritas ekonom memprediksi Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda dapat meningkatkan pembelian modal terhadap hri Jumat & menurunkan suku bunga yg telah negatif.

MSCI Asia Pacific Index naik 0,1 prosen, Shanghai Composite Index turun 0,2 prosen sesudah membukukan penurunan paling besar dalam enam pekan terhadap hri Rabu. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,7 %.
Di Australia, indeks S dan P / ASX 200 naik 0,3 prosen didorong kenaikan harga saham pertambangan & konsumer, sedangkan indeks Kospi di Seoul tergelincir 0,5 %.

Nikel naik 1,6 prosen di London, sementara tembaga di New York rebound 1,3 % dari penutupan terendah dalam lebih dari dua pekan. Melemahnya dollar memberikan dukungan buat kenaikan harga komoditas dalam dollar.

Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,3 % jadi $ 42,06 per barel, sesudah tenggelam nyaris 7 prosen sewaktu lima sesi terakhir & mencapai harga penutupan terendah sejak 19 April, minyak Brent naik 0,4 %.

Persediaan minyak mentah naik se gede 1,67 juta barel minggu dulu sebab produksi meningkat, begitu laporan yg dikeluarkan oleh Energy Information Administration. Stok bensin pula diperluas di tengah “summer driving season” di AS yg bakal berhenti terhadap tanggal 5 September akan datang, bertepatan dgn hri buruh.
Emas utk pengiriman langsung turun 0,1 % jadi $ 1,338.90 per ounce sesudah naik 1,9 prosen selagi dua sesi pada awal mulanya.

Obligasi Australia memimpin rebound dalam utang pemerintah, bersama imbal hasil yg turun tujuh basis poin, atau 0,07 prosen, jadi 1,88 %. Di Selandia Baru, imbal hasil obligasi jatuh tempo yg sama tergelincir empat basis poin jadi 2,22 prosen.

Sepuluh thn AS Treasuries sepuluh th AS mundur sedikit, dgn imbal hasil naik satu basis poin jadi 1,51 %. Tarif obligasi di Jepang naik dua basis poin jadi minus 0,275 %.