• Gangguan suplai minyak paksa Goldman menjadi bullish
  • Pedagang emas tunggu CPI AS
  • Analisa teknikal hari ini

Gangguan suplai minyak paksa Goldman menjadi bullish

Minyak mentah berjangka mengukir level tertinggi dalam enam bulan di awal perdagangan Asia hari ini karena pasar fokus pada gangguan pasokan yang pada akhirnya memaksa Goldman Sachs yang sekian lama berpandangan bearish terhadap komoditas ini untuk mengeluarkan penilaian bullish untuk harga jangka pendek. Minyak mentah berjangka rally dalam dua minggu terakhir dipicu  kombinasi faktor dari Nigeria, Venezuela dan penghentian produksinya, penurunan produksi AS dan suplai minyak mentah Kanada yang nyaris berhenti setelah kebakaran hutan di Alberta.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI), naik 11 sen menjadi $ 48,20 per barel. WTI naik $ 1,51, atau 3,3 persen, berakhir pada $ 47,72 kemarin. Minyak mentah berjangka Brent turun tipis 5 sen menjadi $ 48,92 per barel setelah naik ke $ 49 di awal sesi dan ditutup naik $ 1,14, atau 2,4 persen, pada $ 48,97 per barel untuk sesi Senin. Sentimen bullish masih akan menyelimuti perdagangan minyak mentah hari ini meskipun sejumlah data penting yang dapat berpengaruh terhadap dolar akan dirilis.

Pedagang emas tunggu CPI AS

Sementara itu emas masih naik di Asia pada awal sesi Selasa. Para investor menantikan data harga konsumen (CPI) AS untuk dijadikan indikasi pada kemungkinan langkah yang akan diambil oleh Federal Reserve tentang kelanjutan peningkatan suku bunga tahun ini. Sejauh ini Fed masih tampak ragu untuk menaikkan suku bunga karena melihat pertumbuhan inflasi yang lamban, di bawah target mereka.

Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman Juni naik 0,18% menjadi $ 1.279.00 per troy ounce. Perak untuk pengiriman Juli, naik 0,21% ke $ 17,200 per troy ounce. Kemarin emas sempat melonjak hingga mencapai level tertinggi dalam satu minggu. Emas memperpanjang kenaikan sebelumnya setelah Federal Reserve Bank of New York mengatakan Empire State Manufacturing Index periode Mei telah jatuh 9,02 poin, menghentikan peningkatan bulanan selama dua bulan sebelumnya. Kini para investor dan pelaku pasar menunggu rilis data harga konsumen AS. Sebelumnya data manufaktur AS yang suram dan harga produsen yang moderat di Jepang menurunkan sentimen pada rebound ekonomi global.

dari Wall Street dikabarkan Goldman Sachs Group Inc juga memperingatkan bahwa indeks S&P 500 Composite bisa jatuh antara 5 dan 10% dalam waktu jangka pendek, di tengah tanda-tanda melemahnya perekonomian global. Bank utama di Wall Street itu berpandangan demikian dengan melihat valuasi saham yang tinggi, pemilu presiden As dan pengetatan lebih lanjut dari Federal Reserve yang menjadi faktor-faktornya pemicunya. Emas dipandang sebagai aset safe haven bagi investor pada masa  ketidakpastian ekonomi meningkat.

Analisa teknikal hari ini

MINYAK MENTAH

Para pembeli yang mendominasi perdagangan minyak mentah sukses menembus resistensi kuat jangka panjang pada sesi kemarin. Resistance berupa level 23,6% Fibonacci retracement di area 47.00 dengan mudah ditembus saat harga komoditas ini berakhir positif di 47.88.

Pagi ini posisi harga minyak mentah berada di atas support dinamis di 47.05. Peluang naik masih cukup besar dengan target terdekat di area ekstrim jangka menengah berupa channel line yang hari ini berada di area 48.90. kekuatan bullish akan memerlukan dorongan yang lebih besar untuk dapat menembus area tersebut.

Support: 47.05, 46.70, 45.70
Resistance: 47.96, 48.90, 50.00

Saran Transaksi:
BUY di 47.65, SL di 46.65, TP di 48.80

PERAK

Rebound harga perak (XAGUSD) yang dimulai sejak sesi akhir pekan lalu saat harga beranjak naik dari 16.82 berlanjut lagi di sesi Senin hingga mencapai 17.38. Saat itu gelombang rebound tersebut terhalangi oleh trend line menurun yang juga menjadi batasan atas pola channel menurun. Trend line tersbeut saat ini berada di 17.33 dan akan segera diuji lagi.

Pada grafik harian terlihat rebound yang terjadi berpijak pada suport kuat jangka mennegah yaitu level 23,6% Fibonacci retracement di 16.97. Sejumlah data penting hari ini akan menjadi penentu apakah level Fibonacci atau trend line menurun tersebut yang akan bertahan. Dari perspektif teknikal, peluang ke arah atas (untuk jangka pendek) sejauh ini tetap lebih besar daripada sebaliknya.

Support: 17.10, 16.97, 16.74
Resistance: 17.33, 17.65, 18.00

Saran Transaksi:
BUY di 17.15, SL di 16.85, TP di 17.65 (trailing hingga 18.00)

EMAS

Rebound harga emas (XAUUSD) di yang berlanjut di sesi Senin telah mencapai 1288.55 namun saat penutupan, meskipun tetap di wilayah positif, harga komoditas ini turun cukup jauh ke 1273.75. Penutupan tersebut menjadi pertanda kekuatan bullish belum cukup besar untuk mampu menembus downtrend line yang kini berada di 1281.55.

Pagi ini harga emas dibuka di 1273.40 sebelum mulai bergerak ke atas mendekati trend line tersebut. Data-data penting hari ini dapat memicu pergerakan harga yang lebih besar dari kemarin. Dari perspektif teknikal harga komoditas ini tetap berpeluang bagus untuk dapat segera menembus trend line tersebut. Target berikutnya adalah zona 1289.00 dan 1300.00.

Support: 1274.50, 1266.85, 1256.65
Resistance: 1281.55, 1289.00, 1296.55

Saran Transaksi:
BUY di 1272.00, SL di 1266.00, TP di 1289.00 (trailing hingga 1295.00)