• Indikasi peningkatan demand pukul minyak
  • Dolar kuat jelang data, emas tercekat
  • Analisa teknikal hari ini

Indikasi peningkatan demand pukul minyak

Minyak mentah turun di awal sesi hari ini karena investor memperdebatkan dampak dari tanda-tanda meningkatnya permintaan terhadap stok yang begitu banyak saat ini dan tingkat produksi global yang lebih dari cukup. Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk pengiriman Juni turun 0,99% menjadi $ 46,24 per barel. Data jumlah rig minyak di AS akan menjadi motor penggerak harga minyak mentah hari ini.

Di sesi Kamis minyak mentah berjangka AS berfluktuasi liar pada hari Kamis, jatuh dari posisi tertinggi enam bulan baru, karena investor mencerna laporan dari stok yang terus meningkat di Cushing Oil Hub, Oklahoma, yang hadir bersama indikasi akan terjadi peningkatan permintaan terhadap komoditas ini.

Di Intercontinental Exchange (ICE), minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli bergerak di antara $ 46,80 dan $ 48,18, sebelum ditutup pada $ 47,95, naik 0,35 atau 0,74% pada sesi Kamis.

Kontrak bulan depan untuk minyak mentah WTI naik ke $47,01, level tertinggi tahun 2016 pada hari Kamis, menyusul laporan bullish dari Badan Energi Internasional (IEA). Dalam laporan periode Mei, IEA mengatakan output dunia naik 50.000 barel per hari (bph) pada basis tahunan bulan lalu. Pada saat yang sama, IEA merevisi naik permintaan global pertumbuhan untuk kuartal pertama 2016 menjadi 1,4 juta bph, dengan potensi peningkatan permintaan dari India, Cina dan Rusia. IEA optimis permintaan yang kuat membantu mengimbangi peningkatan dalam pasokan minyak global.

Dolar kuat jelang data, emas tercekat

Sementara itu harga emas turun di Asia pada awal sesi Jumat menjelang data penjualan ritel dan sentimen konsumen AS yang akan mendorong pandangan tentang kemungkinan langkah berikutnya oleh Federal Reserve tentang suku bunga. Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman Juni melemah 0,19% ke $ 1.268,75 per troy ounce. Perak untuk pengiriman Juli turun 0,25% menjadi $ 17,060 per troy ounce.

Emas beringsut turun pada hari Kamis saat dolar sedikit menguat, karena investor menunggu rilis sekumpulan data ekonomi utama AS di sesi akhir minggu untuk sinyal lebih lanjut tentang laju pertumbuhan PDB kuartal kedua di ekonomi terbesar dunia.

Biro Sensus AS diperkirakan akan melaporkan peningkatan tajam dalam penjualan ritel untuk bulan April, mengikuti penurunan ringan sebulan sebelumnya. Didorong oleh kekuatan dalam penjualan mobil, penjualan ritel diperkirakan melonjak 0,9% pada bulan April, satu bulan setelah sedikit menurun sebesar 0,3%.Tak lama setelah itu, University of Michigan dieprkirakan akan melaporkan peningkatan 0,9 pada Indeks Sentimen Konsumen periode Mei.

Biro Statistik Tenaga Kerja diperkirakan melaporkan peningkatan 0,3% pada Producer Price Index (PPI) untuk periode April, menyusul penurunan 0,1% bulan sebelumnya. Core PPI Index, di luar harga pangan dan energi, diperkirakan akan meningkat 0,1%.

Federal Reserve telah menegaskan akan mengambil pendekatan data-driven untuk menentukan waktu kenaikan suku bunga pertama di 2016. Pada bulan Desember, The Fed mengakhiri tujuh tahun bunga di tingkat nol dengan mengangkat acuan Federal Funds Rate sebesar 25 basis dan sasaran berikutnya antara 0,25% dan 0,50%.

Dalam tiga pertemuan berikutnya, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terus menjaga suku bunga jangka pendek yang stabil, memicu spekulasi bahwa bank sentral AS bisa menunda laju kenaikan berikutnya sampai September. Kenaikan suku bunga Fed tahun ini dapat berdampak bearish untuk emas.

 

Analisa teknikal hari ini

MINYAK MENTAH

Trend naik harga minyak mentah (WTI crude) berlanjut di sesi kemarin hingga mencapai 47.01, level tertinggi sejak 4 Nopember 2015. Pergerakan bullish tersebut telah menyentuh/menguji resistance kuat jangka panjang yaitu level 23,6% Fibonacci retracement di 46.98 yang menjadi target koreksi pertama terhadap trend turun jangka
panjang yang terjadi dalam rentang waktu April 2011 hingga Februari tahun ini.

Di akhir sesi kemarin harga komoditas ini belum mampu untuk menghasilkan penutupan yang cukup jauh di atasnya. Penutupan sesi Kamis di 46.37 memang berada di zona hijau namun tidak cukup kuat untuk mendobrak resistance jangka panjang itu. Kini para investor dan pelaku pasar sedang menunggu sejumlah data ekonomi penting dari AS termasuk data jumlah rig yang operasioanl di periode pekan lalu. Apabila tidak terjadi penetrasi kuat terhadap wilayah resistensi tersebut, hampir dapat dipastikan harga minyak mentah akan kembali merosot dengan target pertama dan terdekat di 45.80 dan 44.15.

Support: 45.80, 44.90, 44.15
Resistance: 46.45, 47.00, 48.00

Saran Transaksi:
SELL di 46.30, SL di 47.30, TP di 44.30

PERAK

Di sesi Kamis harga perak (XAGUSD) kembali berakhir negatif, turun dari 17.45 ke 16.97 dan ditutup di 16.97. Harga komoditas ini tetap berada di dalam channel menurun yang pagi ini batasan atasnya di 17.43 dan batasan bawahnya di 16.57. Menjelang sejumlah data penting dari AS para penjual telah memperkuat dominasinya.

Kini pada grafik 1-jam posisi harga perak tetap di bawah resistance dinamis di 17.10. Jika rebound terjadi dan dapat menembus resistance tersebut, harga perak tetap akan kesulitan untuk menembus batasan atas channel tersebut. Data-data nanti malam akan menjadi momen penting yang potensial untuk menentukan arah pergerakan jangka pendek harga komoditas ini.

Support: 16.90, 16.57, 16.33
Resistance: 17.10, 17.43, 17.70

Saran Transaksi:
SELL di 17.10, SL di 17.40, TP di 16.60

EMAS

Channel bearish masih menjadi ruang gerak harga emas (XAUUSD) setelah di sesi kemarin harga komoditas ini gagal untuk menyentuh batas atas pola tersebut hingga berbalik ke selatan dan berakhir negatif di 1263.55. Dominasi para penjual masih kuat dan hingga kini harga emas masih bergerak di bawah resistance intraday 1268.00, salah satu resistance penting pada grafik 1-jam.

Data-data ekononomi penting dari AS diprediksi akan menjadi bahan bakar bagi dolar untuk bergerak ke utara lagi dan ini dapat berdampak negatif bagi harga emas. Jika nanti malam seluruh data itu sesuai prediksi ekonom, harga komoditas ini rentan untuk terpukul lagi. Para penjual jngka pednek tampak mengincar sebuah zona yang terdiri dari beberapa support di 1242.00-1245.00.

Support: 1261.55, 1256.65, 1251.00
Resistance: 1268.00, 1278.00, 1287.00

Saran Transaksi:
SELL di 1268.00, SL di 1264.00, TP di 1257.00