Equity world – Bursa saham AS ditutup terhadap tingkat rekor baru kepada akhir perdagangan Jumat dinihari tadi sesudah Bank of England mengisyaratkan kebijakan moneter yg lebih longgar bln depan & laporan laba emiten membukukan hasil positif.

Bank of England mempertahankan suku bunga tak beralih, sementara konsensus pasar merupakan utk pemotongan 25 basis poin jadi 0,25 %, yg jadi langkah mula-mula bank sejak 2009.

Risalah jumpa BOE menyampaikan : “Dengan tak adanya lebih lanjut hasil memburuk antara suporter pertumbuhan & inflasi yg kembalinya inflasi ke target yg berkelanjutan, sebahagian agung anggota komite mengharapkan kebijakan moneter bakal dilonggarkan terhadap bln Agustus.”

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup paling atas sepanjang histori utk hri ke-3 berturut-turut, yg berhenti hri naik 134,2 poin, bersama saham Goldman Sachs, IBM & Apple memberikan kontribusi terbesar dalam keuntungan. Diawal Mulanya, indeks blue-chip naik lebih dari 160 poin.

Indeks S dan P 500 sudah keempat berturut-turut membukukan rekor penutupan, mogok setengah % lebih tinggi, dipimpin oleh bagian keuangan.

Indeks komposit Nasdaq mempunyai hri yg positif keenam dari keuntungan dalam tujuh hri, menutup setengah % lebih tinggi dgn saham Apple naik lebih dari 2 prosen.

Sementara itu, laba periode di AS datang dalam hasil positif, bersama JPMorgan Chase mengalahkan estimasi & hasil postingan BlackRock serasi bersama perkiraan.

Saham JPMorgan naik lebih kurang 2 % dalam perdagangan sore, sementara saham BlackRock tergelincir 0,2 prosen.

Citigroup, Wells Fargo, & AS Bancorp dapat mengawali gelombang berikutnya laporan laba sebelum PembukaanJumat.

Perusahaan jejaring sosial Jepang Line mengawali debutnya di Bursa Dampak New York hri Kamis di $ 42 per saham, kepada tawaran umum tehnologi paling besar awal 2016. Saham perusahaan yg berbasis di Tokyo melonjak lebih dari 30 prosen sesudah tawaran, & ditutup naik 26,6 %. Ini yakni kiprah paling baik keenam kepada th 2016.

Di depan data Kamis, investor mencerna pembacaan terkini dari klaim pengangguran mingguan, yg menunjukkan ga ada perubahan seminggu lebih dari seminggu. Sementara itu, pembacaan Juni indeks harga pembuat menunjukkan peningkatan dari 0,5 %, di atas kenaikan 0,3 % yg di inginkan.

Dalam pidato hri Kamis, Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart mengemukakan Brexit & ketidakpastian memerlukan Federal Reserve buat bersabar dalam tarif normalisasi. Presiden Fed Kansas City Esther George mengemukakan dalam pidato lain ekonomi AS sudah “relatif tangguh.”

Presiden Fed St Louis James Bullard & Presiden Fed Dallas Robert Kaplan pun dijadwalkan utk berkata hri Kamis.

Harga minyak bangkit kembali terhadap hri Kamis, bersama minyak mentah AS menetap 2,08 % lebih tinggi kepada $ 45,68 per barel, sehari sesudah penutupan lebih dari 4 % lebih rendah.

Hasil AS Treasury naik, bersama yield benchmark 10-tahun memegang dekat 1,53 % & dua thn perdagangan yield lebih kurang 0,68 prosen.

Dollar diperdagangkan sedikit lebih rendah kepada sekeranjang mata duit, dgn euro dekat $ 1,11 & yen kurang lebih ¥ 105,39. pound, sementara itu, naik tajam pada greenback diperdagangkan dekat $ 1,33.

Saham Eropa naik dengan cara luas, bersama indeks Stoxx 600 memajukan 0,8 prosen. Ekuitas Asia pun menguat, seperti Nikkei 225 naik 0,95 %.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup paling atas sepanjang peristiwa kepada 18,506.41, naik 0,73 %. Ini yakni hri kelima berturut-turut keuntungan Dow utk mula-mula kalinya sejak kemenangan beruntun tujuh hri yg berhenti 21 Maret. Saham Goldman Sachs yakni juara paling besar, sementara UnitedHealth memimpin terendah.

Indeks S dan P 500 ditutup kepada rekor 2,168.99, berhenti hri naik 0,53 prosen. Indeks S dan P mencapai rekor baru intraday paling atas sepanjang periode dari 2,168.99 utk hri keempat berturut-turut, bersama bagian bahan & industri memimpin sembilan bidang yg lebih tinggi & cuma bidang utilitas yg koreksi paling besar.

Indeks Nasdaq ditutup naik 0,57 prosen utk hri positif keenam dalam tujuh hri. Indeks mencapai level paling tinggi thn ini, kembali ke tanggal 31 Desember 2015. Saham Apple ditutup 2 prosen lebih tinggi bersama kinerja paling baik sejak 16 Mei disaat saham ditutup naik 3,71 prosen.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street bakal menguat dgn harapn stimulus BOE & meredanya kekuatiran Brexit. Tapi butuh dicermati hasil laporan laba emiten & harga minyak mentah.