Equityworld Futures : Emas bergeliat moderat pada sesi transaksi hari Selasa kemarin, namun rentang transaksi masih relative tipis di tengah ketidakpastian negosiasi hutang Yunani dan terpuruknya performa dollar AS.

Pada divisi Comex di New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman Agustus meraih 5.40 atau 0.45% menuju level 1194.10, diwarnai oleh nuansa pola transaksi chopy-chopy antara level low 1186.10 dan level high 1196.30. Support saat ini terlihat pada area 1180.20 (low tanggal 28 Mei) dan resisten pada level 1204.70 (level high tanggal 1 Juni)

Kendati Emas telah bergerak lebih tinggi selama 4 hari transaksi  terakhir, namun prestasinya tidak luar biasa. Sejak tergerus lebih dari 1.5% pada tanggal 26 Mei, Emas beringsut tidak lebih 0.3% di antara arah positif atau negatife selama 6 hari transaksi terakhir

Para trader dan investor Emas nampaknya sedang menanti suatu resolusi atas diskusi alot antara Yunani dan Kreditor Troika, sebelum memutuskan bagaimana menerapkan arbitrase (hedging) atas logam mulia

Di Berlin, pembicaraan level tinggi antara para pemuncak kebijakan moneter dan pemimpin Jerman dan  Perancis,  kini gencar menyusun strategi mengenai bagaimana pendekatan yang elegan menjelang akhir dari negosiasi dengan Yunani. Nampak hadir Presiden ECB, Mario Draghi, Kepala IMF, Christine lagarde, Kanselir Jerman, Angela Market, Presiden Perancis, Francois Hollande dan Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker

Sementara saat mencuatnya sedikit korelasi antara harga emas dan kenaikan inflasi. Kemarin, catatan kenaikan 0.9%  inflasi Eurozone, telah melecut euro menguat atas the greenback, EURUSD melejit lebih dari 2.2% menuju level 1.1192. Level tertingi dalam satu hari transaksi sejak 18 Maret.

Di sisi lain, indeks dollar (USD), yang mengukur kekuatan dollar atas enam mata uang utama lainnya, kemarin anjlok lebih dari 1.6% menuju level low, 95.78. Lemahnya data  USD New Orders untuk item Factory Goods pada bulan April (menyusut 0.1%)  menjadi salah satu faktor rapuhnya performa indeks dollar. Sedangkan data factory orders  pada bulan Maret, naik 2.2%

Lesunya kinerja dollar AS juga dijadikan momentum para trader dan investor minyak mentah untuk mendongkraknya menuju level 61.55, ditambah dengan ekspektasi bahwa OPEC akan menjaga level produksinya pada target saat ini dan menolak tekanan untuk naik lagi

Peluruhan value the greenback sebesar lebih dari 1% terhadap enam karensi utama lainnya, membuat minyak mentah lebih murah bagi para pemegang mata uang lainnya, khususnya di Eropa  pada saat value euro melonjak

Para Menteri dari anggota OPEC, bertanggung jawab bagi lebih dari sepertiga produksi minyak dunia dan akan bertemu pada akhir pekan ini di Wina untuk memutuskan kebijakan produksi dalam  enam bulan ke depan.

Jejak minyak mentah hari ini akan dipengaruhi langsung oleh data vital dari Washington, yaitu USD Crude Oil Inventories dengan estimasi menurun  -1.9 juta barrel dari -2.8 juta barrel.

Sementara Emas dan Perak, diperkirakan akan lebih intens pergerakannya, karena beberapa data vital indicator ekonomi AS, akan dirilis pada malam ini. Tepatnya jam 19.15 WIB untuk USD ADP Non-Farm Employment Change dengan estimasi naik 198.000 dari sebelumnya 169.000, disusul oleh data USD Trade Balance pada pukul 19.30 WIB dengan perkiraan deficit (-43.9 milyar dollar ) dari (-51.4 milyar dollar)

Pada jam 21.00 WIB data penting lainnya adalah USD ISM Non-Manufacturing PMI dengan prediksi turun tipis pada indeks 57.1 dari 57.8.