c_740_198_16777215_00_images_assets_GOLD_colourbox.jpg

 

Emas naik ke level $ 1.300 per ounce terkait investor menimbang permintaan safe haven atas memburuknya ketegangan antara Ukraina dan Rusia terhadap kenaikan dolar sebagai tanda-tanda pemulihan perekonomian AS. Sementara Perak rebound.

Pengiriman emas segera naik sebesar 0,3 persen ke level $ 1,292.26 per ounce, dan ditransaksikan di level $ 1,291.92 pukul 2:23 siang waktu Singapura, menurut harga dari Bloomberg. Perak naik sebesar 0,5 persen ke level $ 19,877 per ounce, berbalik arah pasca turun ke level $ 19,74, level terendahnya sejak 18 Juni lalu

Emas mengalami kenaikan sepanjang tahun ini, terkait kerusuhan di Ukraina dan Timur Tengah yang mendorong permintaan safe haven. Kemarin Polandia menyerukan kemungkinan adanya invasi ke Ukraina pasca bertambahnya pasukan pasukan Rusia di perbatasan, sehingga menyebabkan bursa saham Asia melemah. Dolar berada di dekat level tertinggi dalam 9 bulan terakhir terhadap euro terkait data kemarin yang menunjukkan bahwa sektor manufaktur dan jasa AS mengalami kenaikan.

Bullion mengakhiri relinya selama 12 tahun terakhir pada tahun 2013 kemarin terkait spekulasi The Fed akan mengakhiri pembelian obligasi bulanan yang digunakan untuk memicu pertumbuhan ekonomi. Richard Fisher Presiden Fed Bank of Dallas kemarin mengatakan bahwa para pihak otoritas menjadi lebih hawkish (pro pengetatan kebijakan). Pada bulan Juni lalu, para pejabat The Fed memperkirakan mereka akan menaikkan suku bunga di atas nol yang kemungkinan akan terjadi tahun depan, tanpa menentukan bulannya.

Emas untuk pengiriman bulan Desember naik sebesar 0,6 persen ke level $ 1,292.50 per ounce di Comex New York. Kemarin kepemilikan pada SPDR Gold Trust, produk reksadana berbasis bullion yang ditransaksikan di bursa, tidak berubah pada level 800,05 metrik ton. (vck)

Sumber: Bloomberg