Equityworld Futures : Performa Emas nampak rapuh dan meredup pada sepanjang sesi transaksi hari Selasa kemarin, menyusul publikasi indicator ekonomi Amerika Serikat berkategori sangat signifikan, yaitu Building Permits dan Housing Start, yang secara mengejutkan berbingkai potret cerah

Departemen Perdagangan Amerika Serikat menyatakan bahwa jumlah building permits pada bulan April melonjak tajam, sebesar 10.1% menjadi 1.143 juta unit. Para analis menyodorkan estimasi naik hanya sebesar 2.2% menjadi 1.060 juta unit.

Laporan tersebut juga disertai dengan data untuk Housing Starts, yang meronta sebesar 20.2% pada bulan April dan menggapai jumlah 1.135 juta unit dibandingkan dengan  bulan Maret, yaitu total sebanyak  944.000 unit. Data tersebut juga melibas ekspektasi para analis, yaitu naik sebatas 9.9% menjadi 1.019 juta unit .

Kedua data impresif tersebut segera menambah sinyal pemulihan di sector pasar perumahan, sehingga mendongkrak prospek pemulihan ekonomi secara lebih luas

Para partisipan forex market pun meresponnya dengan menggiring index dollar (USD), yang menakar kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 1.15% menuju level 95.31

Dan konsekuensi logis dari penguatan dollar AS biasanya menekan logam mulia, yaitu Emas dan Perak, karena daya tarik logam mulia sebagai asset alternative memudar dan menjadikan komoditi yang berdenominasi dollar lebih mahal bagi para pemegang mata uang selain dollar AS

Sehingga Emas terpuruk menuju level low 1205.55 dan Perak pun turut serta terjungkal dan mendekam di level low 16.86

Untuk minyak mentah, pada sesi Asia hari ini nampak bergeliat minor mendekati level 59.00, setelah kemarin tergelincir dan sempat mendekam pada level low 57.92, terlecut oleh  laporan API.

The American Petroleum Institute
merilis bahwa stok minyak mentah Amerika Serikat pada akhir pekan tanggal 16 Mei, tercatat menurun 5.2 juta barrel, sementara stok BBM menyusut 1.2 juta barrel. Stok BBM menjadi perhatian penuh saat ini menjelang musim mengemudi pada liburan musim panas tahun ini, yang biasanya meningkat .

Anjloknya performa minyak mentah juga tidak lepas dari penguatan dollar AS dan berita mengenai kapasitas produksi minyak mentah Arab Saudi yang menggapai rekor. Menteri Perminyakan Arab Saudi, Ali al-Naimi menandaskan bahwa pihaknya telah menggenjot  minyak mentah sebanyak 10.3 juta barrel per hari pada bulan Maret, sedikit di atas rekor tertinggi sebelumnya, yaitu 10.2 juta barrel per hari pada bulan Agustus 2013.

Arab Saudi—negara eksportir minyak mentah terbesar di dunia—juga telah mengekspor minyaknya hampir 8 juta barrel pada bulan Maret, level tertinggi dalam hampir 10 tahun

Arah minyak mentah selanjutnya akan dipengaruhi oleh data USD Crude Oil Inventories pada jam 21.30 WIB malam nanti, dengan perkiraan menyusut -1.3 juta barrel dari sebelumnya -2.2 juta barrel

Sementara performa Emas dan Perak kembali akan diuji oleh rilisan risalah FOMC Meeting Minutes pada jam 01.00 WIB dini hari nanti. Jika memuat nuansa peningkatan suku bunga pada bulan Juni, maka Emas dan Perak akan kian meredup.

Sebaliknya, jika terselip catatan yang bernada “penundaan peningkatan suku bunga”, maka Emas dan Perak akan kembali berkilau pada saat dollar terjerembab versus mata uang utama lainnya.