Equityworld Futures : Emas sejenak bergeliat memperbarui posisinya setelah pada sesi transaksi hari Senin kemarin, sempat terpeleset menuju level terendah dalam delapan bulan, yaitu 1208.05, menyusul penurunan performa bursa saham sehingga, untuk sementara, mendongkrak minat beli logam mulia sebagai investasi alternative.

Di sisi lain, Perak terus terpuruk menuju harga termurah dalam empat tahun terakhir, yaitu 17.32 sebelum merayap naik moderat menuju level  17.84, berbarengan dengan reaksi naik Emas pada level 1220.25

Standard & Poor’s 500 Index, anjlok sebesar 1%, menyusul laporan data indikator ekonomi vital dari Washington, yaitu Existing Home Sales, yang mengalami penurunan pada jumlah 5.05 juta unit dari 5.14 juta unit. Data tersebut juga jauh di bawah ekspektasi yang disodorkan oleh para ekonom, yaitu naik pada bilangan 5.21 juta unit.Data sektor perumaha AS untuk bulan Agustus tersebut menurun untuk pertama kalinya dalam lima bulan.

Meski Emas mendapat energi tambahan dari penurunan kinerja bursa saham dan label “tidak memuaskan” dari sektor perumahan AS, namun secara general, sentiment bearish nampaknya masih mendekap erat jejak Emas.

Dan bearish sentiment yang masih membelenggu Emas, tidak lepas dari penguatan performa dollar AS terhadap segenap rival karensi utama lainnya, yang sejauh ini masih terus mendominasi.

Selama kuartal ini, Emas telah terkelupas value-nya sebesar 7.9%, sementara dollar meronta 5.4% terhadap 10 mitra utama mata uang lainnya, sekaligus merupakan pencapaian tertinggi sejak Juni 2010.

Absennya data vital dari Washington hari ini, akan menggiring pola pergerakan Emas, Perak dan Minyak Mentah lebih dipengaruhi oleh aspek teknikal, yang secara general, masih mengindikasikan tekanan jual.