Equityworld Futures : Indek saham AS terus mengalami tekanan dalam perdagangan hari kedua di minggu ini. Pasar masih dipengaruhi oleh sentimen negatif perdagangan sehari sebelumnya.

FINANCEROLL – Pada perdagangan global di Rabu (10/12) diawali dengan data negatif dari angka kepercayaan bisnis di Australia. Data ini menambah sentimen sebelumnya yang juga mengungkapkan angka ekspor impor Jerman yang mengalami perlambatan pula. Inggris sendiri juga memaparkan angka hasil produksi industri yang secara mengejutkan juga menunjukkan penurunan. Berbagai pemberitaan antar korporasi di AS juga bernuansa negatif. Pertolongan didapat dengan penguatan yang terjadi dari harga minyak mentah.

Bursa saham AS berbalik mundur dalam perdagangan diawal minggu ini. Indek Dow Jones dan S&P 500 berbalik arah dari posisi puncak tertinggi selama lima tahun ini, seiring dengan jatuhnya komoditi sebagai reaksi kekecewaan terhadap berbagai data ekonomi dari luar negeri. Rata-rata perdagangan dibuka lebih rendah dan tidak banyak beranjak hingga pertengahan sesi perdagangan. Lantas mendekati penutupan, secara perlahan mmenurun sebelum akhirnya bergerak bolak-balik saja diakhir sesi perdagangan.

Indek Dow Jones berakhir turun 106.31 poin atau turun 0.59 persen ke 17,853, Indek S&P 500 turun 15.06 poin atau 0.73 persen ke 2,060 dan Indek Nasdaq berakhir ke 4,741, turun 40.06 poin atau 0.84 persen. Sembilan belas saham dari tiga puluh saham pembentuk indek Dow Jones berakhir turun, dimana saham-saham seperti McDonald’s, Chevron, Caterpillar dan Exxon Mobile menjadi pemimpin penurunan. Sebaliknya Travelers, United Technologies dan American Express memimpin kenaikan saham. Emiten sektor energi, bahan dasar, semi konduktor, perangkat keras komputer dan transportasi menjadi kelompok emiten yang berkinerja buruk. Sementara saham-saham Bioteknologi menonjol penguatannya.

Departemen Perdagangan AS dijadwalkan akan mengeluarkan data Inventori bulan Oktober pada pukul 10 waktu setempat. Diperkirakan data inventori AS mengalami kenaikan sebesar 0.2 persen dari bulan sebelumnya. Sebagai gambaran, pada bulan September, data inventori AS mengalami kenaikan 0.3 persen dari bulan sebelumnya. Angka ini lebih baik dari perkiraan awal sebesar 0.2 persen. Secara keseluruhan, perbandingan antara inventori dengan penjualan berbanding 1.19 dibandingkan 1.16 di tahun lalu.

Beberapa emiten akan mengeluarkan laporan mereka hari ini seperti H&R Block yang akan memaparkan pendapatan kuartal kedua mereka. Diperkirakan pendapatan perusahaan akan mengalami kegagalan dari perkiraan awal. Pep Boys juga dilaporkan mengalami kerugian dalam laporan kuartal ketiganya. Pendapatan perusahaan juga dikabarkan memburuk. Autozone melaporkan pendapatan mereka di kuartal pertama lebih baik dari perkiraan.

Dari daratan Eropa dikabarkan bahwa bursa Eropa mengalami penurunan. Para pialang kecewa dengan berbagai data ekonomi Eropa yang mengkhawatirkan pertumbuhan ekonominya. Salah satu emiten dari Inggris, Tesco menyatakan bahwa keuntungan perdagangan mereka selama tahun buku hingga Februari 2015 diperkirakan tidak akan melampui 1.4 milyar poundsterling.