Equityworld Futures :

Bank Indonesia meyakini laju peningkatan ekspansi kredit perbankan yang sempat meleset jauh dari proyeksi tahun lalu, bakal kembali membaik di posisi 15%-17% pada tahun ini, usai suku bunga acuan diturunkan 25 basis poin menjadi 7,5%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D. W. Martowardojo mengakui sepanjang tahun kemarin, pertumbuhan kredit memang melambat menjadi 11,6% secara year on year (y-o-y). Perlambatan tersebut terjadi usai peningkatan suku bunga acuan (BI Rate) pada November silam yang naik 25 basis poin (bps) menjadi 7,75%. Pasalnya, pada kuartal III/2014, pinjaman yang disalurkan bank sempat melaju di posisi 13,2% y-o-y.

Sejalan dengan penurunan suku bunga acuan, kecukupan likuiditas, serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, maka Bank Indonesia melihat pertumbuhan dana pihak ketiga dan kredit akan meningkat masing-masing 14%-16% dan 15%-17%.

Sejalan dengan penurunan BI Rate tersebut, BI juga menetapkan suku bunga Deposit Facility turun 25 bps menjadi 5,50% dan Lending Facility tetap pada level 8%, berlaku efektif mulai 18 Februari 2015.

Adapun, melihat kondisi industri perbankan sepanjang tahun lalu, Agus memberi penilaian positif. Pasalnya, bank memiliki risiko kredit, likuiditas, dan pasar yang cukup terjaga, serta modal yang kuat. Hingga akhir 2014, capital adequacy ratio (CAR) perbankan tercatat sebesar 19,4% atau jauh di atas ketentuan minimum yakni 8%. Sementara, lanjut Agus, non performing loan (NPL) tetap stabil di kisaran 2%.

Senada, Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah menuturkan penurunan suku bunga ini sebagai langkah bank sentral untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan yang juga bakal berdampak bagi peningkatan ekonomi Indonesia. Pasalnya, penurunan BI Rate diproyeksikan bakal menurunkan suku bunga kredit bank sehingga memicu penambahan permintaan pinjaman.

Prediksi kami masih di tengah, tapi kami berharap bisa mendorong ekspansi kreditnya lebih tinggi.

Kendati demikian, Halim memproyeksi penurunan suku bunga kredit baru bisa terealisasi dalam kurung waktu 3-6 bulan. Pasalnya, bank juga memiliki beberapa pertimbangan untuk menurunkan suku bunga kredit, seperti permintaan dan biaya dana.

Namun, dalam tempo maksimal 3 bulan, penurunan BI Rate bisa langsung berdampak pada suku bunga deposito. “Artinya kalau kami turunkan 25 bps, mereka juga turun 25 bps,” jelas Halim.