Equityworld Futures Surabaya – Di awal pekan, harga gas alam menembus level terendah sejak Februari 2008. Upaya Israel menggenjot eksplorasi gas alam dinilai dapat memicu banjir pasokan di pasar global.

Mengutip Bloomberg, Senin (2/11/2015) pukul 15.45 WIB harga gas alam kontrak pengiriman Desember 2015 di bursa New York Merchantile Exchange menukik signifikan, 3,01 persen ke 2,25 dollar AS per mmbtu. Sepekan terakhir, harga gas alam sudah merosot 4,25 persen.

Ibrahim, Pengamat Komoditas PT SoeGee Futures, mengatakan, rencana Israel membangun ladang gas alam memang sempat terhambat oleh mundurnya Menteri Ekonomi Aryeh Deri pada Minggu (1/11).

Namun Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memastikan proyek itu tetap berjalan sesuai rencana.

“Keinginan Israel yang menggebu ini jelas karena upaya untuk menjadi salah satu pengekspor gas alam bagi negara-negara tetangganya,” kata Ibrahim.

Netanyahu berharap, gas alam dapat menopang pertumbuhan ekonomi Israel di masa depan. Selama enam tahun terakhir, ladang gas alam Israel berhasil memenuhi kebutuhan gas dalam negeri dan memiliki cadangan untuk ekspor.

Israel sudah menandatangani kesepakatan ekspor gas alam untuk bahan bakar ke Yordania dan Mesir.

“Nantinya akan ada perang harga, yang berujung pada persaingan harga termurah ke pasar,” prediksi Ibrahim.

Maka, tekanan negatif akan mendominasi pergerakan harga gas alam.

Masalah cuaca juga menekan harga gas alam. Hingga pengujung tahun belum ada tanda-tanda segera memasuki musim dingin di AS, sehingga permintaan sulit terangkat.

Untuk itu Ibrahim menduga, Selasa (3/11/2015)  ini harga gas alam masih berpeluang turun.

“Permintaan dari China dan Eropa diduga belum membaik karena ekonomi mereka sedang goyah,” tambahnya. Itu bukan tanpa alasan.

Meski data manufaktur PMI China Oktober 2015 bertahan di level 49,8 dan Caixin Manufacturing PMI Oktober China naik dari 47,2 ke level 48,3 tapi level tersebut masih di bawah 50.

Artinya, manufaktur Negeri Panda masih mengalami kontraksi. Ibrahim bilang, harga gas alam di akhir tahun berpotensi kembali ke 2,50 dollar AS per mmbtu dengan mempertimbangkan datangnya musim dingin.

Secara teknikal, bollinger band dan moving average (MA) 10% di atas bollinger bawah mendukung penurunan. Garis MACD di level 65% negatif, berpola downtrend. Sejalan, RSI dan stochastic keduanya di level 65% negatif mengarah ke bawah.

Pada Selasa (3/11/2015), harga gas alam diprediksi di rentang 2,21 dollar AS sampai 2,26 dollar AS per mmbtu. Adapun sepekan ke depan harga berkisar antara 2,10 dollar AS hingga 2,26 dollar AS per mmbtu. (Namira Daufina)