Equityworld Futures Surabaya – Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama sejumlah menteri menggelar rapat koordinasi pembiayaan program pembangkit listrik 35.000 megawatt di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (7/1/2016).

Usai rapat, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, pendanaan megaproyek tersebut pada 2016 sudah tersedia Rp 76 triliun.

“Kalau dilihat Pak Sofyan Basyir (Dirut PLN) tadi juga mengungkapkan bahwa pendanaannya sudah dapat tersedia tahun ini tersedia total sekitar Rp76 triliun,” ujar Rini.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan, pendanaan yang dibutuhkan untuk proyek kelistrikan pada tahun ini mencapai Rp 97 triliun.

Saat ini, tutur dia, sekitar 2/3 dana tersebut sudah tersedia dari ekuitas PLN dan dana dari perbankan.

Sementara untuk proyek kelistrikan oleh swasta atau Independen Power Producer (IPP), investor mencari pendanaan sendiri-sendiri.

“Keseluruhan, 2016 cukup aman karena tadi PLN mengitung butuh Rp 97 triliun dan hampir 2/3 sudah di secure oleh baik equity mereka maupun perbankan,” kata Sudirman.