Equityworld Futures : Pada perdagangan Kamis (4/6) laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 13 poin menjadi Rp 13.218 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 13.205 per dolar AS.  Mata uang rupiah kembali bergerak melemah di tengah ekspektasi naiknya data penggajian (payrolls) non pertanian AS pada akhir pekan ini.  Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 34 poin akibat tingginya tekanan jual asing. Indeks terpaksa lengser dari level 5.100.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 8,946 poin (0,17%) ke level 5.121,553 akibat aksi jual investor asing.

Data AS yang telah diumumkan yakni data tenaga kerja sektor swasta dari Automatic Data Processing Inc. (ADP).  ADP melaporkan sektor swasta AS menambah 201.000 tenaga kerja di bulan Mei, naik sedikit di atas perkiraan ekonom yang sekitar 200.000 tenaga kerja.  Data itu menjadi salah satu sinyal positif bagi perekonomian AS sehingga menopang mata uangnya.   Penguatan dolar AS itu masih cenderung terbatas menyusul data ekonomi Amerika Serikat lainnya yang di bawah perkiraan, indeks aktivitas sektor jasa turun menjadi 55,7 pada bulan Mei, dari bulan sebelumnya sebesar 57,7.

Potensi mata uang rupiah untuk kembali bergerak ke dalam area positif masih cukup terbuka di tengah harapan perekonomian Indonesia akan membaik pada semester kedua mendatang seiring dengan dilaksanakannya beberapa proyek infrastruktur di dalam negeri.  Kurs  rupiah cukup terbuka untuk kembali berbalik arah menguat merespon kenaikan produk domestik bruto (PDB) kuartalan Australia yang naik dan menguatnya mata uang yuan setelah merespon naiknya data “services Purchasing Managers’ Index (PMI) Tiongkok.  Munculnya beberapa sentimen positif dari eksternal bagi rupiah, akan mengimbangi penguatan dolar AS di pasar keuangan domestik.

Dari bursa saham,  menutup perdagangan Sesi I, IHSG turun 11,112 poin (0,22%) ke level 5.119,387 akibat tekanan jual asing yang cukup tinggi. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual.   Tekanan jual dari investor asing menekan IHSG. Indeks pun kembali jatuh ke zona merah diseret koreksi saham-saham agrikultur yang kemarin sudah naik cukup tinggi.

Pada akhir perdagangan IHSG terpangkas 34,678 poin (0,68%) ke level 5.095,821. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 7,871 poin (0,89%) ke level 879,328.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 385,152 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan kemarin  berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 228.167 kali dengan volume 4,325 miliar lembar saham senilai Rp 4,657 triliun. Sebanyak 95 saham naik, 171 turun, dan 99 saham stagnan.  Pergerakan bursa-bursa Asia hari ini sangat fluktuatif dan berakhir mixed. Bursa saham Jepang dan China bisa bertahan positif hingga sore ini.

Di sisi lain, situasi dan kondisi bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 naik tipis 14,68 poin (0,07%) ke level 20.488,19, Indeks Hang Seng jatuh 383,15 poin (1,39%) ke level 27.274,32, Indeks Komposit Shanghai menguat 37,12 poin (0,76%) ke level 4.947,10, dan  Indeks Straits Times menipis 0,76 poin (0,02%) ke level 3.349,08.