Equityworld Futures : Pada perdagangan Kamis (28/5) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  bergerak melemah sebesar tiga poin menjadi Rp 13.192 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 13.189 per dolar AS.  Bank Indonesia (BI)  yang masih berkomitmen untuk selalu berada di pasar valas domestik agar volatilitas rupiah tidak terlalu tinggi menjelang rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di pertengahan Juni mendatang.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkurang 15 poin terkena aksi ambil untung investor asing. Dana asing pun Rp 480 miliar ditarik keluar lantai bursa.  Indeks sempat menanjak tinggi di awal perdagangan, sampai ke titik tertinggi di 5.278,417.

Secara umum, dolar AS masih berpotensi untuk terus bergerak menguat seiring dengan mulai membaiknya data ekonomi Amerika Serikat.  Selain itu, potensi penguatan dolar AS juga dipicu oleh melemahnya mata uang euro yang merespon rencana bank sentral Eropa (ECB) untuk memperbesar stimulus keuangannya pada bulan Mei dan Juni untuk meningkatkan likuiditas yang masih rendah.

Sebagian pelaku pasar masih khawatir dengan inflasi yang diperkirakan tinggi dalam dua bulan mendatang seiring dengan datangnya bulan puasa, kondisi itu bisa berdampak negatif bagi mata uang rupiah.  Minimnya sentimen positif dari dalam negeri masih menjadi kendala bagi rupiah untuk kembali berada dalam area positif.  Nilai tukar rupiah belum cukup mampu berbalik naik di tengah minimnya sentimen positif dari dalam negeri. Apalagi, sentimen kenaikan suku bunga the Fed masih terus membayangi.  Mulai adanya beberapa proyek pembangunan infrastruktur di dalam negeri dapat menahan tekanan bagi mata uang rupiah ke depannya. Pembangunan infrastruktur diharapkan juga mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Dari bursa saham, pada akhir perdagangan Sesi I, IHSG menipis 1,043 poin (0,02%) ke level 5.252,345. Indeks balik arah ke zona merah setelah sempat menguat di awal perdagangan.  Investor domestik masih berburu saham, sementara investor asing melepas saham. Saham-saham bank terkena koreksi cukup dalam.  Pada penutupan perdagangan IHSG terpangkas 15,987 poin (0,30%) ke level 5.237,401. Sementara Indeks unggulan LQ45 terkoreksi 2,707 poin (0,30%) ke level 910,222.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 482,887 miliar di seluruh pasar.

Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 230.532 kali dengan volume 5,132 miliar lembar saham senilai Rp 4,758 triliun. Sebanyak 101 saham naik, 152 turun, dan 118 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan mixed cenderung melemah, hanya pasar saham Jepang yang bisa menguat. Bursa China anjlok sangat dalam setelah meleset tinggi sejak awal tahun ini.

Di sisi lain, situasi dan kondisi bursa regional sore ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 naik 78,88 poin (0,39%) ke level 20.551,46, Indeks Hang Seng anjlok 626,90 poin (2,23%) ke level 27.454,31, Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 321,45 poin (6,50%) ke level 4.620,27, dan  Indeks Straits Times turun 5,07 poin (0,15%) ke level 3.419,87.