Equityworld Futures Surabaya – Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) dan Brent menguat menghentikan kerugiannya pada perdagangan Selasa waktu New York, setelah adanya dukungan serapan bensin dan solar di AS.

Selain itu, dilansir CNBC, Rabu, 4 November 2015, penguatan harga minyak juga disebabkan karena mogok kerja para pekerja industri minyak di Brasil dan beban minyak mentah di Libya.
“Jika dilihat dari pasokan, gambaran yang lebih besar bearish. Tetapi, aksi harga saat ini memang menunjukkan kecenderungan lebih tinggi,” kata Scott Shelton, Broker Spesialis Minyak dan Komoditas ICAP.
Minyak AS alias WTI ditutup pada level US$47,9 per barel, atau naik 3,81 persen (US$1,76) dibanding perdagangan sebelumnya.
Harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Desember, naik US$1,73 di posisi US$50,52 per barel.
Konsumsi bensin di Amerika Serikat melonjak hampir 6 persen, sedangkan konsumsi diesel melonjak 5 persen. Kondisi tersebut di tengah ekspektasi pemerintah penurunan produksi minyak AS, sehingga bisa mengurangi pasokan minyak.
Sentimen positif lain, yakni karena adanya mogok kerja buruh pabrik minyak di Brasil mulai Minggu kemarin, produsen minyak terbesar ke sembilan di dunia, yang mengakibatkan produksi minyak berkurang 0,5 juta barel dalam 24 jam pertama.
sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/695161-buruh-mogok-di-brasil–harga-minyak-menguat