Equityworld Futures : Sepekan terakhir, laju IHSG menorehkan angka positif yang ditopang penguatan saham sektor properti, aneka industri dan perkebunan. Ekspektasi atas penurunan BI rate dan musim el nino jadi salah satu katalisnya.  IHSG  menguat 44,89 poin (0,86%) ke posisi 5.227,1 pada pekan yang berakhir Jumat (15/5) dibandingkan akhir pekan sebelumnya di angka 5.182,21.

IHSG mampu melanjutkan kenaikannya meski tipis.  Maraknya pemberitaan mengenai evaluasi kinerja para Menteri kabinet Jokowi-Kalla dan tidak banyaknya pemberitaan yang signfikan mempengaruhi laju IHSG,membuat IHSG gagal bertahan di zona hijaudi awal pekan.  Pergerakan IHSG pun terlihat berbeda dengan laju bursa saham lainnya yang mampu di zona hijau seiring respon positif atas penurunan suku bunga Tiongkok oleh People’s Bank of China (PBoC) di akhir pekan.

Minat  pelaku pasar tampaknya tidak ikut naik seperti halnya di bursa saham Asia lainnya.  Bahkan berbaliknya rupiah ke zona hijau juga belum mampu menarik minat pelaku pasar untuk mempertahan aksi belinya.  Laju IHSG pun kurang lebih berjalan seperti perkiraan kami sebelumnya, walaupun tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan harapan untuk dapat bergerak di zona hijau.   Pasca melemah sehari sebelumnya, laju IHSG dapat kembali ke zona hijaudan bergerak di tengah variatifnya laju bursa saham Asia.

Pelaku pasar kembali mencoba masuk di tengah pelemahan sejumlah harga saham dan tampaknya tidak terimbas pelemahan laju bursa saham Eropa.  Tampaknya pelaku pasar baru merespons sentimen kenaikan penjualan ritel year on year dan perkiraan akan adanya elnino.  Meski sifatnya baru perkiraan namun, cukup bagus untuk membuat harga saham-saham perkebunan berbalik menguat.  Tidak hanya saham-saham perkebunan, saham-saham lainnya nya pun ikut menguat sehingga dapat memberikan sentiment positif.

Jelang hari libur,  IHSG mampu berada di zona hijau melanjutkan penguatan sehari sebelumnya. Pelaku pasar tampak antusias kembali melanjutkan aksi belinya sehingga membawa IHSG mengalami kenaikan cukup signifikan.  Penguatan IHSG pun sejalan dengan menghijaunya sejumlah laju bursa saham Asia (kecuali Tiongkok). Adanya keinginan dan harapan akan penurunan suku bunga BI rate serta masih adanya ekspektasi akan datangnya badai el nino telah menggerakkan saham-saham berbasiskan properti, aneka industri, dan perkebunan.

Bahkan masih berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah dunia turut mendorong penguatan sejumlah harga komoditas dan berimbas pada penguatan saham-saham pertambangan.  Meski juga diselingi aksi profit taking dan masih berlanjutnya aksi jual asing namun, sentimen-sentimen tersebut mampu mengimbanginya dan mempertahankan IHSG di teritori positifnya sekaligus mampu melampaui kekhawatiran kami. Di akhir pekan, IHSG berbalik melemah tipis seiring berkurangnya volume transaksi.