Equityworld Futures : Pada perdagangan Rabu (25/2) laju nilai tukar rupiah ditransaksikan antarbank di Jakarta  bergerak menguat sebesar 95 poin menjadi Rp 12.827 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 12.922 per dolar AS.  Pernyataan Gubernur the Fed Janet Yellen mengenai suku bunga (fed fund rate) yang belum dinaikan dalam waktu dekat, kembali mendorong pelaku pasar masuk ke aset berkembang.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat  27 poin menuju rekor tertingginya sepanjang masa. Dana asing kembali mengalir masuk lebih dari Rp 700 miliar.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG naik 8,914 poin (0,16%) ke level 5.426,228 didorong aksi beli investor asing.

Indikasi dari the Fed itu membuat aset mata uang berisiko seperti rupiah kembali menguat terhadap dolar AS setelah sebelumnya tertekan hingga menembus level Rp 12.900 per dolar AS.  Di sisi lain,   sentimen positif juga datang dari adanya kesepakatan dana talangan utang Yunani oleh menteri keuangan Eropa setelah Yunani mereformasi kebijakan ekonomi dan fiskalnya sehingga meredam kekhawatiran investor.

Dari sisi internal,  sentimennya juga masih cukup positif untuk menopang mata uang rupiah, pelaku pasar uang menilai bahwa pemerintah cukup antuasias dalam menjaga pertumbuhan perekonomian agar mencapai target.  Orientasi pelaku pasar mayoritas berjangka panjang, ekspektasi yang positif terhadap perekonomian domestik itu akan menahan sentimen penguatan dolar AS jika fed fund rate akan dinaikan.

Jelang pengumuman data ekonomi domestik pada awal pekan depan  Senin  (2/3)  yang sedianya dipublikasikan oleh badan pusat statistik (BPS) masih akan positif.  Inflasi Februari diperkirakan masih stabil, dan neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus meski tipis.  Sebaliknya, pada kurs tengah BI  mata uang lokal ini bergerak melemah menjadi Rp 12.887 dibandingkan hari sebelumnya, Selasa (24/2) di posisi Rp 12.866 per dolar AS.

Dari bursa saham, menutup  perdagangan, IHSG naik naik 12,18 poin atau 0,2% ke level 5.429,49. Pasar pun semarak, investor terlihat rajin ‘berburu’ saham.  Indeks juga menembus rekor intraday tertinggi sepanjang masa di 5.448,695. Hampir seluruh indeks sektoral di lantai berhasil menguat, hanya sektor tambang yang jatuh ke teritori negatif.

Pada akhir perdagangan, Rabu (25/2/2015), IHSG menanjak 27,794 poin (0,51%) ke level 5.445,108. Sementara Indeks LQ45 melaju 6,368 poin (0,67%) ke level 950,830.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 793,189 miliar di seluruh pasar.

Tercatat perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 240.429 kali dengan volume 6,132 miliar lembar saham senilai Rp 7,095 triliun. Sebanyak 152 saham naik, 141 turun, dan 91 saham stagnan. Volume dan nilai transaksi hari ini naik signifikan berkat transaksi saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) senilai Rp 1,7 triliun di pasar negosiasi.

Adapun  bursa-bursa regional menutup perdagangan sore hari ini dengan mixed. Bursa saham Jepang dan China jatuh ke zona merah.   Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 menipis 18,28 poin (0,10%) ke level 18.585,20, Indeks Hang Seng naik 28,21 poin (0,11%) ke level 24.778,28, Indeks Komposit Shanghai melemah 18,06 poin (0,56%) ke level 3.228,84, dan  Indeks Straits Times menguat tipis 2,72 poin (0,08%) ke level 3.440,33.