Equityworld Futures : Pada perdagangan Selasa (5/5) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  bergerak menguat sebesar 10 poin menjadi Rp 12.978 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 12.988 per dolar AS.  Munculnya  ekspektasi belanja pemerintah yang akan maksimal pada kuartal II tahun ini menjadi salah satu sentimen positif bagi mata uang rupiah.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu menguat 19 poin setelah sempat jatuh lantaran  melambatnya ekonomi RI. Investor asing masih berani simpan dana di pasar modal.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG naik 12,623 poin (0,25%) ke level 5.153,760 melanjutkan penguatan kemarin. Investor menanti laporan data pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2015.

Belanja pemerintah yang akan maksimal terutama dalam rangka mendorong pembangunan infrastruktur akan menopang ekonomi Indonesia menjadi lebih baik ke depannya.  Dengan demikian, produk domestik bruto (PDB) kuartal selanjutnya berpotensi meningkat, dan pada akhirnya berdampak positif bagi mata uang rupiah ke depannya.  Tren rupiah yang berada dalam area negatif pada beberapa hari terakhir ini merefleksikan PDB kuartal I 2015 yang akan diumumkan oleh BPS lebih rendah dibandingkan kuartal IV 2014 yang sebesar 5,01 persen.

Angka PDB kuartal I 2015 ditunggu pasar dan diperkirakan berada di kisaran 4.8-4.9 persen. Angka PDB yang lebih rendah dari kuartal sebelumnya dapat menahan laju mata uang rupiah.  Diharapkan pemerintah merespon perlambatan dengan kebijakan yang mempercepat penyerapan anggaran, sementara Bank Indonesia (BI) membantu dengan pelonggaran moneter lanjutan.

Dari bursa saham, tercatat investor asing mulai berani berburu saham lagi setelah kemarin-kemarin menarik dananya dari pasar modal. Saham-saham unggulan berpotensi menguat tinggi. Penguatan Indeks langsung terhambat oleh laporan Badan Pusat Statistik (BPS) soal pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I-2015 yang hanya 4,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 5,2%.   Indeks yang sempat naik hingga ke titik tertingginya hari ini di 5.202 langsung terjun bebas ke zona merah. Indeks menyentuh titik terendahnya hari ini di 5.130,638. Menutup  perdagangan Sesi I, menguat 12,016 poin (0,23%) ke level 5.153,153. Melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia memberi sentimen negatif.