Equityworld Futures :

Indeks Nikkei dan ASX 200 mendatar, Kospi hanya balas kerugian

Pergerakan harga saham di pasar Asia turut bervariasi pada awal perdagangan hari ini dikarenakan penutupan bursa AS pada Kamis tidak memberi arahan yang dapat menginspirasi para pialang.

Seperti diberitakan CNBC, Jumat 12 September 2014, perdagangan di bursa ASia relatif sepi, investor cenderung menghindari membuat taruhan agresif sebelum rilis satu paket data penting terkait perkembangan ekonomi Tiongkok akhir pekan ini.

Saham Wall Street pulih dari kerugian awal pada perdagangan Kamis, karena ketegangan geopolitik yang berlangsung menjelang rilis data rutin bulanan terkait sektor utama AS. Investor terus mengawasi perkembangan ekonomi dunia setelah dilaporkan bahwa AS dan sekutunya di  Uni Eropa akan meningkatkan sanksi terhadap Rusia dan Presiden Barack Obama menegaskan niat memerangi kelompok militan yang mendeklarasikan Negara Islam.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,1 persen, sementara S&P 500 membalikkan kerugian untuk menutup naik 0,1 persen. Nasdaq juga berbalik positif di penutupan, naik 0,1 persen.

Pialang juga akan mencermati data yang dirilis Jumat dari AS, mencakup laporan penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen. Kalangan analis memperkirakan sentimen konsumen cenderung melemah.

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini mendatar. Indeks acuan pasar saham Jepang ini diperdagangkan lebih rendah pada Jumat, setelah reli 0,7 persen hingga ditutup mencapai posisi tertinggi dalam rekor delapan bulan terakhir pada sesi Kamis kemarin. Mata uang yen masih melemah hingga ke level perdagangan 107 terhadap dolar AS.

Saham Sony melonjak 2,5 persen setelah mencapai kesepakatan kerja sama dengan Viacom untuk rencana menyediakan layanan berbasis Web TV.

Saham lain yang menonjol di bursa adalah Dentsu, naik 0,8 persen di tengah pemberitaan bahwa perusahaan itu tidak tertarik untuk mengakusisi saingannya, Interpublic Group.

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney juga cenderung datar. Indeks patokan pasar saham Australia ini hanya bergerak sedikit sejak pembukaan bursa.

Saham pertambangan tetap menjadi sorotan di tengah penurunan harga bijih besi. Antara lain Fortescue Metals dan Rio Tinto dibuka naik 0,5 persen, sedangka Whitehaven Coal malah memperpanjang kerugian.

“Cukup banyak nama pertambangan utama diperdagangkan dekat posisi terendah rekor 52 minggu mereka saat ini dan ini merupakan masalah nyata karena level support kunci yang diuji,” kata Stan Shamu, analis dari IG.

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul naik 0,5 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini membalas kerugian  setelah berakhir di posisi terendah dalam rekor sebulan terakhir pada penutupan Kamis kemarin. Kenaikan indeks ini ditopang saham-saham blue chip yang menguat.

Saham pemasok Apple, LG Display, melanjutkan performa baik di bursa dengan menguat 1,1 persen di awal perdagangan. Saham Samsung Electronics dan Hyundai Motor juga masing-masing naik 0,7 persen. (ren)

© VIVA.co.id