Equityworld Futures :

Mengawali perdagangan minggu ini, harga emas terjerembab jatuh setelah sempat menguat tajam didorong kekhawatiran pasar akan kondisi ekonomi global. Alhasil investor melakukan aksi perlindungan investasi dengan memburu emas dan membuat harga emas keposisi termahalnya di tahun ini. Seiring dengan meredanya kekhawatiran tersebut, harga emas kembali turun setidaknya sebesar 2,5% di pembukaan perdagangan hari Senin (15/02/2016) di bursa London.

Kenaikan yang terjadi di lantai bursa saham tak lepas dari pernyataan Gubernur Bank Sentral Cina, Zhou Xiaochuan yang menegaskan keyakinan mereka bahwa perekonomian akan membaik, sementara Dolar AS sendiri masih menguat dan menggerus Emas sebagai pilihan investasi yang menarik. Merespon kondisi terkini, Bursa Saham Eropa dan AS sendiri bersiap melanjutkan penguatannya. Bahkan bursa saham Eropa bersiap mencetak rekor kenaikan dua hari beruntun yang paling besar yang pernah terjadi dalam empat tahun terakhir ini. Tentu saja, ini akan mengkhawatirkan bagi investor yang masih berharap emas berpeluang naik setidaknya hingga April mendatang.

Harga Emas sebelumnya mengalami kenaikan di minggu lalu, pada posisi termahalnya di tahun ini. Investor bergembira dan menambah posisi beli mereka termasuk memborong emas dan ETF emas. Keyakinan investor didasarkan pada sinyalemen yang dikirimkan oleh Bank Sentral AS, Federal Reserve dimana mereka mengisyaratkan kemungkinan untuk menunda kebijakan pengetatan moneter. Kebijakan dengan suku bunga rendah tentu saja akan memberikan angin buritan bagi harga emas untuk melaju naik kembali.

Sayangnya, kondisi ini diremuk redamkan dengan menguatnya kembali bursa saham, tidak hanya di Asia, juga di Eropa dan AS. Tentu saja, sebagai aset safe haven, emas tidak menarik dalam kondisi yang demikian ini. Harga emas diperdagangkan pada kisaran $1.209,54 per ons saat ini, diperkirakan hari ini harga emas masih akan turun. Dalam catatan, harga emas di tahun ini telah naik 14%.

Harga emas sebelumnya melejit, mencatatkan rekor sebagai komoditas terbaik di tahun ini dalam skala indek komoditi ala Bloomberg. Dipicu kekhawatiran akan kondisi ekonomi global dan penguatan Dolar AS. Menguatnya kembali bursa saham dan potensi penguatan Yuan membuat harga emas rontok kembali. Harga emas berpotensi merosot dibawah $1.200 per ons kembali. Melihat pola penguatan kembali saat ini, diyakini akan membuat investor kembali melirik saham dalam jangka pendek.