Equityworld Futures : Pada perdagangan Kamis (6/11) nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis. Rupiah ditutup di level Rp 12.148 per USD.  Berdasarkan Bloomberg Dollar Index  Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 13 poin atau 0,11 persen ke Rp 12.148 per USD. Sore kemarin,  Rupiah bergerak di kisaran Rp12.132-Rp 12.200 per USD.  Sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun  32 poin setelah investor asing memutuskan untuk melepas saham. Ekonomi Indonesia yang melambat juga masih menjadi sentimen negatif.  Pada awal perdagangan pagi, IHSG naik tipis 3,113 poin (0,06%) ke level 5.069,945 mengekor penguatan bursa regional dan global.

Selain itu,  indeks dolar AS memang menguat di siang hari, setelah Partai Republik berhasil menguasai Senat. Ini artinya Partai Republik menguasai dua kamar parlemen dan Demokrat hanya menguasai eksekutif.  Indeks dollar AS juga berhasil mempertahankan penguatan dengan data PMI Sektor Jasa dan Penjualan Ritel Zona Euro yang kurang impresif dan data Non-farm Payrolls AS versi ADP yang lebih bagus dari perkiraan.  Bank Indonesia (BI) mencatat, kurs tengahnya melemah ke Rp 12.179 per USD. Angka tersebut melemah dibandingkan periode sebelumnya di Rp 12.092 per USD.

Dari bursa saham, tercatat indeks masih bisa bertahan di zona hijau meski dengan penguatan yang tipis. Saham-saham unggulan di sektor komoditas masih bisa menguat.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 4,117 poin (0,08%) ke level 5.062,715. Indeks berjalan datar di tengah perdagangan yang sepi. Investor cenderung wait and see karena minim sentimen positif.

Indeks hanya naik ke titik tertingginya hari ini di 5.074 setelah itu turun lagi. Pelaku pasar masih menunggu rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.  IHSG ditutup terkoreksi 32,601 poin (0,64%) ke level 5.034,231. Sementara Indeks unggulan LQ45 terpangkas 6,442 poin (0,75%) ke level 857,616.

Sejumlah saham unggulan jadi sasaran aksi jual investor asing. Transaksi asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net buy) senilai Rp 240,463 di seluruh pasar, sedangkan di pasar reguler net sell Rp 55,234 miliar.

Perdagangan kemarin  berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 185.334 kali dengan volume 4,791 miliar lembar saham senilai Rp 4,639 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 174 turun, dan 79 saham stagnan.  Beberapa bursa di Asia menutup perdagangan dengan mixed sore hari ini. Minimnya sentimen positif membuat pasar saham regional bergerak lesu.

Sedangkan situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 144,84 poin (0,86%) ke level 16.792,48, Indeks Hang Seng turun 46,31 poin (0,20%) ke level 23.649,31, Indeks Komposit Shanghai naik 6,61 poin (0,27%) ke level 2.425,86, dan Indeks Straits Times menguat tipis 2,86 poin (0,09%) ke level 3.290,52.