Equityworld Futures : Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (29/10) sore, menguat 67 poin menjadi Rp 12.102 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.169 per dolar AS.  Dolar AS mengalami tekanan terhadap mayoritas mata uang dunia termasuk rupiah didorong aksi ambil untung pelaku pasar uang menjelang publikasi hasil pertemun Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).  Sementara laju IHSG  rebound 72 poin didorong aksi beli investor asing di saham-saham unggulan. Indeks kembali mendekati level 5.100. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 18,182 poin (0,36%) ke level 5.019,486 mengikuti penguatan bursa global dan regional. Aksi beli asing kembali muncul.

Dari sisi fundamental, pelemahan dolar AS juga dipicu beberapa data ekonomi Amerika Serikat yang di bawah ekspektasi.  Meski demikian, penguatan mata uang rupiah masih relatif terbatas seiring dengan investor pasar uang yang masih bersikap waspada menanti hasil pertemuan kebijakan moneter AS terkait tingkat suku bunga (Fed rate).

Federal Reserve diprediksi akan mengakhiri program pembelian obligasi dan bersiap untuk menaikan suku bunga pada pertengahan tahun 2015. Namun apabila Fed masih mengkhawatirkan tingkat inflasi yang rendah, pelaku pasar akan berasumsi bahwa Fed tidak akan terburu-buru untuk menaikan suku bunganya.

Dari dalam negeri,  investor juga sedang mencermati dinamika politik Indonesia seiring dengan DPR yang sedang bersiap memilih pimpinan komisi yang dapat mempengaruhi kecepatan implementasi rencana kebijakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.  Namun, outlook mata uang rupiah masih cukup netral berada di kisaran Rp 12.120-12.190 per dolar AS.  Sebaliknya pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), mata uang lokal ini bergerak melemah menjadi Rp 12.163 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.158 per dolar AS.

Indeks terus menanjak perlahan di zon hijau. Saham-saham yang kemarin terpangkas harganya sudah mulai diburu kembali.  Pada penutupan perdagangan Sesi, IHSG melaju 42,978 poin (0,86%) ke level 5.044,282 dibantu oleh aksi beli investor asing. Saham-saham unggulan menguat berkat aksi beli ini.

Tercatat indeks terus menanjak hingga ke titik tertingginya hari ini di 5.074. Seluruh sektor saham kompak menguat, dipimpin oleh sektor tambang dan konsumer.  Pada akhir perdagangan, Rabu (29/10), IHSG ditutup melesat 72,752 poin (1,45%) ke level 5.074,056. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup melaju 16,941 poin (2,00%) ke level 863,472.

Beberapa saham unggulan paling banyak diincar. Indeks sektoral bisa menguat hingga rata-arat lebih dari dua persen.  Investor asing kembali berburu saham. Transaksi pemodal asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 1,9 triliun di seluruh pasar. Transaksinya di pasar reguler hanya Rp 509 miliar.

Perdagangan  kemarin berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 232.082 kali dengan volume 5,771 miliar lembar saham senilai Rp 11,973 triliun. Sebanyak 232 saham naik, 91 turun, dan 67 saham stagnan.  Volume dan nilai perdagangan hari ini melonjak tinggi karena ada transaksi penjualan saham PT Link Net Tbk (LINK) oleh beberapa broker. Link memang berniat menjual sebagian sahamnya kepada investor strategis. [geng]

Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melonjak 224,00 poin (1,46%) ke level 15.553,91, Indeks Hang Seng naik 299,51 poin (1,27%) ke level 23.819,87, Indeks Komposit Shanghai menanjak 35,16 poin (1,50%) ke level 2.373,03, dan  Indeks Straits Times menguat 7,98 poin (0,25%) ke level 3.219,63.