Equityworld Futures : Pada perdagangan Kamis (4/12) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta kembali mengalami pelemahan. Rupiah bergerak melemah tiga poin menjadi Rp 12.297 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.294 per dolar AS.  Dalam fluktuasinya mata uang domestik itu sempat jatuh ke Rp 12.395 per dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengikuti  laju penguatan bursa Asia dengan ditutup naik 11 poin. Aksi beli selektif di saham-saham unggulan berhasil menahan Indeks di zona hijau.  Indeks sempat jatuh ke zona merah sampai mendarat di 5.160 pagi tadi.

Dolar AS cenderung menguat di tengah kondisi bearish mata uang yen Jepang dan euro.  Hasil keputusan rapat Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan menambah stimulusnya rentan memicu pelemahan kurs euro sehingga memperkuat dolar AS di pasar uang dunia, sehingga terbuka kemungkinan bagi rupiah untuk melanjutkan pelemahannya.  Penguatan dolar AS juga didukung dari meningkatnya aktivitas sektor jasa Amerika Serikat dan optimisme laporan Fed’s Beige Book atas kondisi perekonomian AS sehingga membuat investor lebih yakin dengan keberlanjutan pemulihan ekonomi di Negeri Paman Sam itu.

Pelemahan mata uang rupiah masih tertahan seiring dengan langkah Bank Indonesia (BI) yang cukup aktif melakukan intervensi di pasar uang domestik.   Kurs Rupiah melemah bersama dengan beberapa mata uang lainnya di Asia. BI menyatakan telah melakukan intervensi untuk mengurangi tekanan pelemahan.  Kurs rupiah masih akan berada dalam area pelemahan walaupun ruang depresiasinya sudah semakin terbatas. Seiring pelemahannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah BI mata uang lokal ini juga bergerak melemah menjadi Rp 12.318 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.295 per dolar AS.

Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi, IHSG naik tipis 9,799 poin (0,19%) ke level 5.175,843. Indeks mendekati level psikologis 5.200. Aksi beli investor lokal yang membuat saham-saham bisa menguat.  Saham-saham yang kemarin melemah kini mulai menanjak kembali secara perlahan. Hanya satu sektor yang masih melemah, yaitu sektor finansial.

Pada awal perdagangan IHSG bertambah 11,116 poin (0,22%) ke level 5.177,160. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 1,750 poin (0,20%) ke level 892,182.  Transaksi investor asing sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis sebesar Rp 5,461 miliar di seluruh pasar.  Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 252.494 kali dengan volume 7,879 miliar lembar saham senilai Rp 6,084 triliun. Sebanyak 170 saham naik, 140 turun, dan 74 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan dengan kompak menguat. Bursa saham Tiongkok memimpin penguatan dengan lonjakan 4% atas harapan pemberian stimulus.

Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 menanjak 166,78 poin (0,94%) ke level 17.887,21, Indeks Hang Seng melonjak 403,94 poin (1,72%) ke level 23.832,56, Indeks Komposit Shanghai melompat 119,93 poin (4,31%) ke level 2.899,46, dan  Indeks Straits Times naik tipis 1,94 poin (0,06%) ke level 3.305,33.