Bulan Oktober ini akan diwarnai oleh dua fenomena alam. Satu fenomena Blood Moon dan hujan meteor Orionid.

Blood Moon akan berlangsung pada 8 Oktober nanti, dimana bulan akan tampak berwarna kemerahan saat gerhana matahari total. Setelah Bulan Merah ini, menyusul hujan meteor.

“Hujan meteor orionid tersebut akan terjadi pada tanggal 21 Oktober,” ungkap Profesor Thomas Djamaluddin selaku Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) kepada VIVAnews, Selasa 7 Oktober 2014.

Thomas melanjutkan, fenomena alam tersebut merupakan peristiwa tahunan yang sering terjadi pada akhir Oktober. Kata dia, hujan meteor orionid tersebut berasal dari gugusan komet halley yang melintasi bumi.

Diperkirakan ada sekitar 15 meteor per jam yang akan tampak di langit-langit malam. Perisitiwa tersebut, ungkap ahli astronomi itu, sudah mulai terlihat sejak pukul 22.00 WIB malam sampai subuh nanti.

“Tapi yang paling bagus untuk melihat hujan metor orionid itu adalah dini hari atau sekitar jam 12 malam hingga menjelang subuh,” ungkap dia.

Ketika ditanya, apakah Indonesia bisa menikmati pertunjukkan alam tersebut, Thomas mengatakan di seluruh Indonesia bisa melihat fenomena tersebut.

“Asal kondisi langit malam waktu nanti dalam kondisi cerah. Kita bisa melihatnya tepat di atas kepala kita karena lokasi negara kita termasuk ada di belahan bumi bagian utara,” jelasnya. (ita)

© VIVA.co.id