Equityworld Futures : Beberapa waktu lalu kita kerap merasa lelah memikirkan masa depan negeri ini. Berbagai masalah ekonomi menumpuk, membelit, dan seperti tak berujung. Akan tetapi, pemerintah baru yang masih berumur sekitar dua bulan telah memberi cahaya baru mengenai nasib negeri ini ke depan.

Setidaknya kalangan bisnis yang semula meremehkan pemerintahan sekarang kini berbalik atau yakin dengan kerja mereka. Semangat bekerja ada di berbagai sektor.

Secara makro, keberanian menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi memperlihatkan keberanian pemerintah mengambil kebijakan dengan risiko dianggap tidak populer. Kenaikan ini telah menyehatkan kondisi fiskal. Fiskal yang sehat akan memberikan sinyal kepada berbagai kalangan bahwa pemerintah bisa dan mampu mengelola anggaran tanpa mengganggu program-program yang sudah direncanakan.

Lebih penting lagi adalah keberanian pemerintah itu memberikan harapan bahwa pemerintah akan berani mengambil keputusan-keputusan yang tidak populer pada masa mendatang.

Di sektor riil, keputusan pemerintah memberikan bantuan melalui Program Simpanan Keluarga Sejahtera dengan layanan keuangan digital, yaitu menggunakan nomor telepon seluler sebagai nomor rekening untuk sekitar 15 juta keluarga, telah membuat revolusi dalam perbankan.

Keberanian pemerintah makin terlihat dalam pembenahan sektor perikanan dan kelautan. Masalah besar, yaitu penangkapan ikan secara ilegal yang lama sekali tak terurai, kini mulai berujung. Modus dan pelaku penangkapan ilegal secara perlahan mulai terlihat. Kalau langkah ini disertai dengan perbaikan infrastruktur, pasokan ikan akan bertambah sebanyak 1,6 juta ton dalam dua tahun.

Sektor ini makin kuat ketika pemerintah membenahi perizinan industri galangan kapal. Selama ini pengusaha mengeluh karena harga kapal impor lebih murah dibandingkan dengan harga produksi dalam negeri karena industri di Tanah Air terbebani dengan pajak dan bea masuk.

Terkait dengan perizinan, pemerintah tengah membenahi Badan Koordinasi Penanaman Modal. Lembaga ini kelak akan menyatukan berbagai perizinan yang tersebar di sejumlah kementerian dan lembaga.

Di sektor minyak dan gas, keputusan menunjuk menteri yang kredibel dan diikuti reformasi sektor migas memberikan harapan bahwa pengelolaan sektor ini akan lebih baik.

Di sektor tenaga kerja, penanganan kasus-kasus tenaga kerja di luar negeri secara cepat dengan dibantu oleh Kementerian Luar Negeri menunjukkan kehadiran negara dalam masalah-masalah yang menimpa tenaga kerja Indonesia.

Secara perlahan, infrastruktur juga mulai diperbaiki. Trans-Jawa akan diselesaikan pada pertengahan tahun depan. Angkutan laut dan kereta api tengah diperbaiki.

Berbagai perubahan itu hanyalah sebagian kecil dari berbagai perbaikan dunia ekonomi Indonesia. Kita masih memiliki masalah besar, seperti kesenjangan yang makin melebar, lapangan kerja yang masih minim, ekspor yang stagnan, hingga pungutan liar di sejumlah tempat. Tekanan sektor keuangan dari luar negeri juga masih menjadi masalah tersendiri.