Equityworld Futures :

Fed Rate Hike Semakin Dekat dan Menekan Emas

Financeroll – Harga emas masih menurun pagi ini setelah komentar dari anggota dewan Federal Reserve bahwa kenaikan suku bunga semakin dekat. Di New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman Desember turun 0,11% menjadi $1.086,30 per troy ounce. Perak untuk pengiriman September turun 0,14% menjadi $14,545 per troy ounce.

Dennis Lockhart, presiden Federal Reserve Atlanta, dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal, mengatakan Fed semakin siap untuk menaikkan suku bunga jangka pendek. Lockhart memiliki pandangan yang moderat dan pernyataannya lebih bermakna.

Dolar Turun karena Regulasi Tiongkok, Bantu Emas Bertahan

Kemarin emas berjangka hanya naik tipis di tengah dolar yang sedikit turun karena ekuitas Tiongkok bangkit dari posisi terendah tiga minggu setelah regulator memperkenalkan langkah-langkah stimulus baru yang bertujuan untuk membatasi aksi short selling dalam upaya untuk mengurangi volatilitas di pasar saham domestik. Shanghai Composite Index melonjak lebih dari 3% pada hari Selasa.

Tiongkok adalah produsen emas terbesar di dunia dan konsumen terbesar kedua logam mulia itu sete;ah India. Negara besar di Asia ini juga konsumen terbesar tembaga terbesar di dunia yang mencakup lebih dari 40% dari konsumsi global dunia.

Data API Menopang Minyak Mentah

Sementara itu kemarin minyak mentah berjangka rebound sedikit dari kekalahan di sesi Senin yang mengirim harga jatuh ke posisi terendah enam bulan, karena investor menunggu rilis laporan persediaan mingguan American Petroleum Institute (API) untuk sinyal lebih lanjut tentang pasokan dan permintaan pelebaran jurang di pasar energi global. Namun akhirnya harga minyak mentah bisa naik sedikit karena survei API menunjukkan ada penurunan pada stok minyak mentah dan bensin di pekan lalu. API mengatakan bahwa stok minyak mentah anjlok 2,4 juta barel pekan lalu, sementara persediaan bensin turun 1 juta barel dan minyak sulingan naik 1,7 juta barel.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk pengiriman September naik 0,05% menjadi $45,88 per barel. Di Intercontinental Exchange (ICE), minyak mentah Laut Utara, Brent, juga menguat dari dibanding Senin. Minyak mentah Brent untuk pengiriman September bergerak antara $49,54 dan $50,45 per barel sebelum ditutup pada $50,00 per barel, naik 0,48 atau 0,97%. Selisih harga antara tolok ukur internasional (Brent) dan minyak mentah Amerika Serikat (WTI) adalah $4,25, sedikit di bawah level penutupan sesi Senin yaitu $4,30.

Minyak Tunggu Inventori EIA, Emas Tunggu ADP

Untuk jangka pendek para investor dan pelaku pasar masih diliputi pandangan bearish terhadap komoditas. Namun untuk hari ini ada data yang bisa mendukung harga komoditas. Data penting dari Automatic Data Processing, Inc. (ADP) yang memberi perkiraan perubahan jumlah orang yang dipekerjakan selama bulan sebelumnya, tidak termasuk industri pertanian dan pemerintah, akan menjadi sorotan utama para pelaku pasar di semua bursa. Data tersebut akan digunakan untuk mmeperkirakan data penting selanjutnya di sesi akhir pekan. Para ekonom memperkirakan akan ada sedikit penurunan pada data ADP yang efeknya bisa negatif bagi dolar dan positif bagi harga komoditas. Jika angka yang diharapkan terjadi, harga emas bisa naik ke zona resistance $1100,00 per troy ounce.

Pedagang minyak mentah juga mengantisipasi data stok mingguan dari pemerintah Amerika Serikat hari ini yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah turun 1,3 juta untuk minggu yang berakhir pada tanggal 31 Juli. Pekan lalu, minyak mentah berjangka naik lebih dari 1,5% setelah Administrasi Informasi Energi (EIA) mengatakan stok minyak mentah nasional turun 4,203 juta barel, di bawah ekspektasi untuk 1,88 juta. Persediaan minyak mentah Amerika Serikat tetap dekat 460 juta barel, di sekitar level tertinggi selama 80 tahun. Setiap angka penurunan stok dipandang bullish untuk harga minyak mentah, di tengah kelebihan pasokan di pasar energi di seluruh dunia. Jika hasilnya sesui perkiraan, harga minyak mentah WTI berpeluang naik ke zona $47,75 per barel.

ANALISA TEKNIKAL KOMODITAS, 5 Agustus 2015

MINYAK MENTAH

Grafik Analisa Teknikal Minyak Mentah (WTI crude), 5 Agustus 2015

Menyusul penurunan cadangan minyak mentah di amerika Serikat seperti dilansir American Petroleum Institute semalam, harga minyak mentah (WTI crude) sedikit mendapat angin segar hingga bisa rebound dari support 45.08 ke 46.19. Rebound tipis tersebut belum memberi efek apapun bagi trend turun jangak pendek dan menengah, namun setidaknya sudah mulai ada perlawanan yang potensial membawanya ke zona resistance47.75.

Hingga pagi ini gelombang rebound tersebut masih terhalangi oleh resistance dinamis yang berada di 46.10, moving average pada grafik 4-jam. Tanpa penutupan yang cukup jauh di atasnya, tidak mudah bagi harga komoditas ini untuk bisa segera membalikkan arah trend terlebih saat ini para pelaku pasar juga masih menunggu data-data penting yang bisa berdampak besar bagi harga minyak mentah.

Support: 45.08, 44.10, 42.02
Resistance: 46.10, 47.75, 49.50

Saran Transaksi:
BUY di 45.45 SL di 44.45, TP di 47.75

 

PERAK

Grafik Analisa Teknikal Perak (XAGUSD), 5 Agustus 2015

Gelombang rebound yang membawa harga perak (XAGUSD) baik dari 14.38 ke 14.66 hanya sebuah rebound tipis dan masih sangat rentan untuk terpukul lagi. Sejumlah resistance kuat mulai dari 14.70 hingga 15.00 siap menghadang perlawanan para pembeli. Para pelaku pasar juga masih cenderung menunggu data penting malam nanti.

Selama zona 15.00 tidak segera diatasi dan tidak terjadi penutupan yang cukup jauh di atasnya, untuk jangka pendek harga perak masih mudah untuk tergelincir lagi meskipun sejauh ini zona support krusial jangka pendek, potensial juga untuk menjadi support jangka menengah, di 14.37 masih mampu bertahan dan mulai membentuk double-bottom pada grafik 4-jam.

Support: 14.37, 14.00, 13.50
Resistance: 14.70, 15.00, 15.67

Saran Transaksi:
SELL di 14.70, SL di 14.90, TP di 14.40

 

EMAS

Grafik Analisa Teknikal Emas (XAUUSD), 5 Agustus 2015

Dengan sedikit penurunan dolar semalam, harga emas (XAUUSD) bisa berakhir sedikit positif di 1087.45, namun seperti terlihat pada grafik 1-jam hingga harian penutupan tidak memberi dampak besar untuk jangka intraday dan pendek. Tekanan jual masih terus membayangi langkah komoditas ini.

Pagi ini pergerakan intraday masih sideways di atas support penting jangka pendek berupa trend line menanjak yang berada di 1083.15. Beberapa kali diuji zona support ini masih bertahan namun lebih disebabkan oleh sikap hati-hati para pedagang menjelang data-data penting hingga akhir pekan. Jadi untuk saat ini hingga rilis data ADP, emas bisa bergerak anatara zona 1080.00 hingga 1094.00.

Support: 1082.15, 1076.00, 1071.85
Resistance: 1087.00, 1094.00, 1100.00

Saran Transaksi:
SELL di 1094.00, SL di 1099.00, TP di 1083.00

alternatif transaksi (Counter-trend):
BUY di 1083.00, SL di 1078.00, TP di 1094.00